Pembaca situs mukminun.com yang semoga dirahmati Allah, kali ini kita akan menggali kandungan hadits tentang iman, kaya, dan menyendiri.

Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahuanhu bahwa beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya, dan menyendiri.”

Takhrij Hadits:

Sahih Muslim: 2965

Musnad Ahmad: 1441

Bulughul Maram: 1285

Klik video di bawah untuk mendengar pembacaan naskah ini:

Kandungan Hadits tentang Takwa, Kaya, dan Menyendiri

Syaikh Abdullah Al-Bassam menjelaskan 8 kandungan dari hadits ini:

1. Keutamaan Memiliki Sifat Taqwa

Beliau menulis:

اﻟﺘﻘﻲ: ﻫﻮ ﻣﻦ ﺃﺗﻰ ﺑﻤﺎ ﺃﻭﺟﺐ اﻟﻠﻪ، ﻭاﺟﺘﻨﺐ ﻣﺎ ﻧﻬﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ؛ اﺑﺘﻐﺎء ﺭﺿﻮاﻧﻪ، ﻭﺧﻮﻓﺎ ﻣﻦ ﻋﻘﺎﺑﻪ ﻭﻋﺬاﺑﻪ.

At-Taqiyya adalah orang yang melaksanakan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah, serta menjauhi apa-apa yang dilarang oleh Allah. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan ridha Allah, juga karena takut terhadap hukuman dan azab dari Allah.

2. Keutamaan Memiliki Sifat Kaya

Kaya yang dimaksud dalam hadits ini bukanlah kaya harta, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Abdullah Al-Bassam dalam Tawadihul Ahkam:

اﻟﻐﻨﻲ: ﻫﻮ ﻏﻨﻲ اﻟﻨﻔﺲ، ﻭاﻟﻌﺎﻑ ﻋﻤﺎ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻱ اﻟﻨﺎﺱ، اﻋﺘﻤﺎﺩا ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻗﺴﻢ اﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻣﻦ اﻟﺮﺯﻕ اﻟﺬﻱ ﻳﻨﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﻳﺪﻩ.

Al-Ganiyya (kaya) adalah kaya jiwa, merasa cukup dari apa-apa yang berada di tangan manusia. Orang yang jiwanya kaya adalah orang yang bersandar pada jatah pembagian rezeki dari Allah untuk dirinya, yang dia peroleh dari amal perbuatan tangannya atau pekerjaannya.

3. Keutamaan Memiliki Sifat Menyendiri

Al-Khafiyya (Menyendiri), menurut Syaikh Abdullah Al-Bassam, artinya:

ﻫﻮ اﻟﺬﻱ ﺁﺛﺮ اﻟﺨﻤﻮﻝ، ﻭﻋﺪﻡ اﻟﺸﻬﺮﺓ ﻭاﻟﺬﻛﺮ، ﻭاﻧﻘﻄﻊ ﺇﻟﻰ ﻋﺒﺎﺩﺓ اﻟﻠﻪ، ﻭاﻻﺷﺘﻐﺎﻝ ﺑﺬﻛﺮﻩ، ﻭﻣﺎ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﻣﻦ ﺃﻣﻮﺭ ﻧﻔﺴﻪ.

Orang yang memilih untuk diam, serta menghindari ketenaran dan disebut-sebut. Dia curahkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, menyibukkan diri dengan berzikir mengingatNya, serta dengan apa-apa yang bisa membantunya dalam urusan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri.

4. Inilah Sebab Cinta Allah (Mahabatullah)

Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata:

ﻣﻦ ﺟﻤﻊ ﻫﺬﻩ اﻟﺼﻔﺎﺕ اﻟﺜﻼﺙ، ﻓﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﺤﺐﻫ؛ ﻷﻧﻪ اﺗﻘﻰ اﻟﻠﻪ، ﻭاﻟﻠﻪ ﻳﺤﺐ اﻟﻤﺘﻘﻴﻦ، ﻭﻷﻧﻪ اﺳﺘﻐﻨﻰ ﺑاﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﻣﻦ اﺳﺘﻐﻨﻰ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﺣﺒﻪ ﻭﺃﻏﻨﺎﻩ.

“Siapa saja yang bisa mengumpulkan ketiga sifat ini, maka sungguh Allah ta’ala akan mencintainya. Karena dia telah bertakwa kepada Allah, padahal Allah mencintai orang-orang yang bertakwa (Surat Ali Imran 76). Juga karena dia merasa cukup dengan Allah ta’ala, padahal barang siapa yang merasa cukup dengan Allah, maka Allah akan mencintainya dan memberinya kecukupan.”

5 – 8. Di dalam hadits ini terdapat 4 manfaat dari beruzlah atau menyendiri:

– Meluangkan waktu semata-mata untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya

– Terbebasnya diri dari maksiat yang senantiasa meliputi manusia ketika berinteraksi dengan fitnah, riya, dan lain-lain

– Terbebasnya diri dari fitnah dan pertikaian

– Terbebasnya diri dari kejahatan manusia.

Sumber: Tawadihul Ahkam: 7/372-373

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)