Pertanyaan: Apakah harus mandi setelah melihat orang meninggal, atau jika kita melihat mayat di suatu gambar atau di komputer?

 
Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad , keluarganya dan sahabatnya.
 
Apa yang diajarkan di dalam Syariat Islam adalah, “Hukumnya mustahab (disukai atau sunah) bagi siapa saja yang memandikan orang yang meninggal (mayat) untuk mandi (seperti mandi wajib). Selain itu, juga hukumnya mustahab bagi siapa saja yang membantu mengangkat mayat untuk berwudu setelah itu.”
 
Tentang apakah harus mandi setelah melihat orang meninggal (mayat), kami tidak tahu adanya suatu dalil tentang hal ini.
 
Yang ada adalah dalil tentang sunahnya mandi bagi orang yang memandikan jenazah, yaitu hadis Abu Hurairah Radhiyallahuanhu bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
 
من غسل ميتا فليغتسل ومن حمله فليتوضأ
 
Arti:
“Siapa saja yang memandikan seorang mayat, hendaknya dia juga mandi. Lalu siapa saja yang mengangkat jenazah, hendaknya dia berwudu,” (Sunan Abu Dawud. Al-Albani: Sahih, dalam Al-Irwa).
 

Hukum mandi bagi orang yang memandikan mayat hukumnya mustahab (sunah) menurut jumhur (mayoritas) ulama, bukan wajib. Pun demikian dengan berwudhu bagi orang yang mengangkat jenazah, hukumnya juga mustahab, bukan wajib. Tertulis di dalam Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Dawud bahwa Al-Khattabi berkata:

لا أعلم أحدا من الفقهاء يوجب الا غتسال على من غسل الميت، ولا الوضوء على من حمله، ويشبه أن يكون الأمر في ذلك على الاستحباب

“Saya tidak tahu sama sekali kalau ada fuqaha (Ahli Fiqih) yang mewajibkan (berpendapat harus) mandi bagi orang yang memandikan mayat, juga tidak tahu kalau ada ahli fiqih yang mewajibkan atau mengharuskan wudhu bagi orang yang mengangkatnya. Yang nampak dalam urusan ini adalah hukumnya istihbab (sunah/mustahab).

Fatwa: 87461 & 55003
Tanggal: 19 Safar 1425 (10 April 2004)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf pengajar di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo)