Pertanyaan:
Kami baru saja membeli tiga tanah, salah satunya
kami niatkan untuk segera dibangun. Dua tanah lainnya kami niatkan untuk
disimpan untuk kemudian bisa dijual atau digunakan di masa mendatang. Enam
tahun telah berlalu, dan kami belum membayar zakat untuk ketiga tanah tersebut.
Apa yang harus kami lakukan? Berapa yang harus kami bayar?
Jawaban oleh Tim Fatwa IslamQA, di bawah
pengawasan Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid
Alhamdulillah.
Ketika seseorang membeli tanah, satu dari tiga
skenario berikut harus berlaku:
1. Tanah itu diniatkan untuk ditempati. Tanah yang
seperti ini tidak terkena zakat, karena tanah ini tidak untuk dijual atau
bisnis.
2. Dia membeli tanah dengan maksud untuk
menjualnya dan mencari keuntungan darinya. Tanah seperti ini termasuk barang
dagangan jika sudah berlalu satu tahun hijriah. Kemudian, dia harus menghitung
berapa nilainya ketika sudah satu tahun berlalu, dan membayar zakatnya sebesar
seperempat dari sepersepuluh dari nilai tanah tersebut (2,5% nilai jual tanah
tersebut) di waktu ketika satu tahun telah berlalu.
3. Ketika dia meniatkan tanah yang dia beli itu
untuk investasi, sehingga dia bisa mengembangkannya dengan mendirikan bangunan
atau apartemen untuk disewakan. Tidak ada zakat untuk tanah seperti ini. Zakat
yang wajib dikeluarkan adalah dari penghasilnnya. Jika dia menerima uang sewa
yang telah melebihi nishab, dan satu tahun telah berlalu sejak kontrak sewa
ditandatangani, maka dia harus membayar zakat atasnya.
Dikutip dari Al-Muntaqa min Fataawa Al-Fauzan:
2/309
Wallahua’alam bish shawwab.
Fatwa No: 105303
Tanggal: 27 Mei 2008
Sumber: IslamQA
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren
Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)