Pertanyaan: Saya seorang ayah dan baru saja memiliki bayi perempuan usia 7 hari. Jadi, saya ingin tahu mana yang harus saya dahulukan, apakah; aqiqah, bayar hutang, atau udhiyah (kurban)? Karena uang saya terbatas.

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Menurut pendapat yang kuat di kalangan para ulama, aqiqah adalah sunah, bukan kewajiban.

Aqiqah seharusnya dilaksanakan pada hari ke-7, atau hari ke-14, atau hari ke-21. Dan jika hal ini tidak memungkinkan, maka aqiqah bisa dilakukan kapan saja.

Di sisi lain, kurban di hari raya Idul Adha adalah sunah muakadah bagi siapa saja yang mampu melakukannya.

Oleh karena itu, Anda harus mendahulukan membayar hutang karena itu adalah kewajiban, dan ketika Anda diberi kemampuan (finansial) untuk aqiqah, Anda boleh melakukannya.

Di fatwanya yang lain, Syaikh Abdullah Al-Faqih berkata:

فينبغي لك أن تبادر بسداده، وتقدمه على الأضحية.

Hendaknya Anda bersegera membayar utang, mendahulukannya daripada udhiyah atau kurban.

وإن كان الدين مؤجلًا، وتعلم من نفسك القدرة على السداد عند حلول أجله، فلا بأس أن تضحي، وتؤخر السداد

Tetapi jika Anda menunda membayar hutang, karena sadar bahwa diri Anda mampu untuk membayarnya ketika sudah jatuh tempo, maka tidak mengapa bagi Anda untuk berudhiyah (berkurban), dan mengakhirkan membayar utang.
 
Wallahualam bish shawwab.
 
Fatwa: 188507, 425260
Tanggal: 30 Zulqaidah 1433 (15 Oktober 2012)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an At-Taqwa Sukoharjo )