Pertanyaan:
Apakah
termasuk sunah untuk menutup kepala (memakai jilbab) ketika memasak atau ketika
di rumah saat tidak ada pria selain mahram?
Jawaban
oleh Tim Fatwa IslamQA, di bawah pengawasan Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid
Alhamdulillah.
Tidak ada yang
salah dengan seorang wanita memakai baju jenis apa pun yang ingin dia pakai di
rumah, dari jenis pakaian apa pun yang biasa dipakai oleh para wanita rumahan di
negaranya, selama dia aman dari penglihatan para pria yang bukan mahram.
Jilbab hanya
diperintahkan untuk menutupi wanita dari pria yang bukan mahram, karena Allah
berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ
وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن
جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ
غَفُورٗا رَّحِيمٗا ٥٩
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al-Ahzab [33]: 59)
وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ
أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ
بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي
أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ٣١
“…dan janganlah menampakkan perhiasannya
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam…” (QS An-Nuur [24]:
31).
Jadi, boleh bagi wanita untuk menunjukkan
perhiasan mereka di depan suaminya atau mahramnya. Oleh karena itu, akan lebih boleh
lagi jika wanita itu sendirian di rumah.
Berdasarkan hal ini, tidak ada yang salah dengan
seorang wanita membuka penutup kepalanya (jilbab) ketika memasak atau melakukan
hal-hal lain, jika dia seorang diri di rumah dan aman dari penglihatan para
pria yang bukan mahramnya.
Akan tetapi, dia harus memakai jilbab syar’i
ketika ada pria yang bukan mahram, baik itu di dalam rumah atau di luar rumah.
Wallahu’alam bish shawwab.
Fatwa: 221744
Tanggal: 20 Mei 2016

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren
Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)