Beberapa pihak mengatakan bahwa berbekam ketika puasa dapat membatalkan ibadah puasa tersebut. Benarkah demikian? Tim Fatwa Kerajaan Arab Saudi pernah ditanya tentang apakah berbekam ketika puasa dapat membatalkan puasa? Berikut terjemahan fatwa tersebut:

Pertanyaan:

Apakah tukang bekam dan orang yang dibekam batal puasanya jika melakukan bekam di siang hari bulan Ramadan?

Jawaban oleh Lajnah Daimah Arab Saudi

Alhamdulillah.

Tukang bekam dan orang yang dia bekam, keduanya batal puasanya. Mereka tetap harus menahan makan di sisa hari tersebut, dan harus menggantinya di lain hari.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

“Telah batal puasa orang yang membekam dan orang yang dibekam,” [HR Abu Dawud: 2367, Ibnu Majah: 1676. Al-Albani: Sahih, dalam Sahih Abu Dawud: 2074].

Dan Allah-lah sumber taufik. Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya dan sahabatnya.

Al-Lajnah al-Daa’imah li’l-Buhooth al-‘Ilmiyyah wa’l-Ifta, 10/262

Tanggal: 25 November 2002
Sumber: IslamQA
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di PPTQ At-Taqwa Sukoharjo)

Nah, ini adalah pendapat Lajnah Daimah Arab Saudi tentang hukum berbekam ketika puasa, dan mereka berpendapat akan batalnya puasa orang yang dibekam dan membekam. Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin juga berpendapat akan batalnya puasa orang yang berbekam atau membekam, silakan cek tautan berikut:

Syekh Utsaimin tentang Bekam di Kala Puasa

Berbeda dengan Syekh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti, mufti di situs Asy-Syabakah Al-Islamiyah, beliau melihat batalnya puasa karena bekam jika memenuhi beberapa unsur seperti di tautan berikut.

Jadi, silakan. Mau pilih pendapat mana. Kita saling toleransi saja.