Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Saya
memiliki pilihan untuk bergabung dengan skema tabungan pensiun di suatu
perusahaan. Penyedia layanan tabungan pensiun ini akan mengambil beberapa
persen dari gaji bulanan saya, lalu menginvestasikannya dalam bentuk uang.
Akan tetapi, saya tidak
tahu apakah yang terlibat di dalam investasi itu halal semua atau ada yang
haram. Karena mereka bisa saja memasukkan unsur-unsur riba dan hal-hal haram di
dalam skema tabungan ini. Saya pribadi melihat ada satu porsi dana yang
didasarkan pada sistem saham yang terkait dengan unsur riba.
Pertanyaan saya, bolehkah
saya mengikuti skema pensiun ini, dengan kemungkinan ada uang yang
diinvestasikan untuk bisnis yang haram? Atau, haruskah saya menjauh dari skema
pensiun seperti ini untuk tetap berada di jalan yang selamat?
Jawaban oleh Tim Fatwa
IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji hanya milik Allah,
Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi
kecuali Allah dan bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusanNya.
Pertama-tama, semoga Allah
memberkati Anda yang sedang berupaya memastikan kehalalan suatu perkara dan
memiliki rasa takut terhadap apa-apa yang diharamkan. Sungguh, seorang muslim
yang taat beragama memang harus seperti itu.
Di dalam suatu hadis
Rasulullah bersabda:
إِنَّهُ
لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Tidaklah daging manusia
tumbuh dari barang yang haram kecuali Neraka lebih berhak atasnya,”
(HR
Ahmad dan Tirmizi).
Rasulullah juga bersabda:
دَعْ
مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ
“Tinggalkan apa-apa yang meragukanmu
kepada apa-apa yang tidak meragukanmu
,” (HR Tirmizi).
Jadi, Anda harus ekstra
hati-hati dalam membatasi diri Anda dengan harta yang halal saja dan
berhati-hatilah dengan barang yang haram, meskipun Anda menghasilkan banyak
uang dari yang haram tersebut.
Allah berfirman:
قُل
لَّا يَسۡتَوِي ٱلۡخَبِيثُ وَٱلطَّيِّبُ وَلَوۡ أَعۡجَبَكَ كَثۡرَةُ ٱلۡخَبِيثِۚ
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ١٠٠
“Katakanlah: “Tidak
sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik
hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu
mendapat keberuntungan,” (QS Al-Maidah: 100).
Selama ada kemungkinan bahwa
uang atau dana dari karyawan itu tadi digunakan untuk investasi haram, maka jangan
bergabung di dalam tabungan pensiun ini,
kecuali Anda yakin bahwa tabungan
pensiun ini bebas dari perkara yang haram.
Anda harus tahu bahwa jika
Anda meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan memberi ganti dengan
sesuatu yang lebih baik. Wallahu’alam bish shawwab.
Fatwa: 337699
Tanggal: 29 Rabiul Awal
1438 (28 Desember 2016)
Sumber: IslamWeb.Net

Penerjemah: Irfan
Nugroho (Staf Pengajar di Pondok
Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo
)