Mendoakan kebinasaan bagi orang zalim adalah sesuatu yang boleh di dalam Islam. Hal ini diperkuat dengan adanya dalil dari Al-Quran dan Sunah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, salah satunya doa qunut nazilah. Syekh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti, mufti di situs Asy-Syabakah Al-Islamiyah pernah ditanya tentang mendoakan kecelakaan bagi orang zalim, berikut kutipan lengkap fatwanya:

 

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Tuan. Saya dan anggota keluarga saya sedang mengalami banyak masalah dari suami adik saya. Dia selalu menghina dan menzalimi kami dengan bahasa yang sangat buruk. Dia bahkan meminta teman-temannya untuk memukul saya dan kakak saya. Dia juga menzalimi ibu saya di hadapan saya dengan bahasa yang sangat menghina. Mohon bantu saya, saya begitu resah. Saya tidak berbuat apa-apa kepadanya dan tidak membalas kezalimannya terhadap ibu saya. Sebaliknya, di dalam hati saya terus berdoa agar dia mati dan menderita setiap hari. Mohon jelaskan ke saya, apakah doa saya seperti ini benar atau salah. Dan jika salah, maka jelaskan kepada saya alasannya. Dan jika salah, lalu apa tindakan yang tepat? Baarakallahu fiik
 

Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti

Segala puji hanya bagi Allah, Raab semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
 
Oleh karena pria itu adalah saudara ipar Anda, maka sudah seharusnya Anda menanggapi kezalimannya dengan kebaikan, karena hal ini akan memberi pengaruh yang besar bagi orang yang berakal untuk menghentikan kezaliman dan ketidakadilannya. Allah berfirman:
 
وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ ٣٤
 
Arti:
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia,” (QS Fussilah [41]: 34).
 
Dengan memaafkan dan bersikap sabar, maka pahala Anda akan lebih besar. Allah berfirman:
 
فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۚ ٤٠
 
Arti:
“…., maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah,” (QS Asy-Syuura: 40).
 
Allah juga berfirman:
 
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ٤٣
 
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan,” (QS Asy-Syuura [42]: 43).
 
Allah juga berfirman:
وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ١٤
 
Arti:
“…dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS At-Taghabun [64]:14)
 
Selain itu, Rasulullah pernah bersabda kepada Uqbah bin Amir: 

 

صِلْ مَنْ قَطَعَكَ ، وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ ، وَاعْفُ عَمَّن ظَلَمَكَ

Sambunglah tali silaturahim dengan mereka yang memutusnya darimu, memberilah kepada mereka yang enggan memberi kepadamu, serta maafkanlah mereka yang menzalimimu,” [HR Ahmad. Al-Albaani: Sahih di dalam as-Silsilah as-Sahihah]

DALIL BOLEHNYA DOA KEBINASAAN BAGI ORANG ZALIM

Tentang mendoakan kebinasaan untuk orang zalim, maka hal itu boleh. Dalilnya adalah firman Allah :
 
۞لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلۡجَهۡرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ إِلَّا مَن ظُلِمَۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا ١٤٨
 
Arti:
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS An-Nisa [4]: 148)
 
Ibnu Katsir di dalam Tafsir-nya berkata:
 
“Ibnu Abbas berkata tentang tafsir ayat tersebut:
 
Allah tidak menyukai bila seseorang mendoakan keburukan bagi orang lain, kecuali jika dirinya dizalimi, maka Allah memperbolehkan dia untuk mendoakan kejelekan bagi orang yang telah menzaliminya. Inilah tafsir firman Allah: “Kecuali oleh orang yang dianiaya.” Meski demikian, jika dia bersabar, maka itu lebih baik.”
 
Juga, tidak masalah jika Anda mendoakan kematian (bagi orang yang berbuat zalim), sebagaimana disebutkan bahwa Rasulullah mendoakan keselamatan bagi orang yang terzalimi dan mendoakan kecelakaan bagi mereka yang berbuat zalim terhadap orang lain.
 
Abu Hurairah Radhiyallahuanhu berkata: Ketika Rasulullah bangun dari Rukuk di rekaat terakhir (doa qunut nazilah), beliau mengucapkan doa berikut:
 
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ وَسَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ وَعَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ، وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ، وَاجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ
 
Ya Allah, selamatkan Ayyash bin Abi Rabi’ah. Ya Allah, selamatkan Salamah bin Hisyam. Ya Allah, selamatkan Walid bin Walid. Ya Allah, selamatkan penduduk Mekah yang terzalimi.Ya Allah, tambahkan azabmu bagi Bani Mudhar dan kirimkan kepada mereka bencana kelaparan selama bertahun-tahun seperti masa paceklik Nabi Yusuf Alaihissalam,” [HR Al-Bukhaari: 804 dan Muslim].
 
Badrudin Al-Aini di dalam Syarah Al-Bukhari berkata:
 
“Hadis ini adalah dalil yang membolehkan doa kebinasaan bagi orang zalim dengan kematian dan mendoakan keselamatan atas umat Islam.”
 
Oleh karena itu, tidak ada yang salah dengan mendoakan keburukan bagi kakak ipar Anda dengan cobaan yang setara dengan kezalimannya, sebagaimana Said bin Zaid mendoakan keburukan bagi wanita yang menzaliminya.
 
Imam Muslim (1610) meriwayatkan di dalam Sahih Muslim dari Urwah, dari ayahnya, bahwa Arwa binti Uwais menuduh Said bin Zaid telah menyerobot sebagian tanah milik Arwa binti Uwais, sehingga Arwa mengadukannya kepada Marwan bin Al-Hakam.
 
Akhirnya, Said berkata, “Bagaimana saya bisa menyerobot sebagian tanah miliknya setelah apa yang saya dengar dari Rasulullah ?”
 
Marwan bin Al-Hakam bertanya, “Apa yang kamu dengar dari Rasulullah ?”
 
Said berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda:
مَنْ أَخَذَ شِبْرًا مِنَ الأَرْضِ ظُلْمًا طُوِّقَهُ إِلَى سَبْعِ أَرَضِينَ
 
Barangsiapa mengambil sejengkal tanah saudaranya dengan zhalim, niscaya Allah akan menghimpitnya dengan tujuh lapis bumi pada hari Kiamat.”
 
Marwan berkata kepadanya, “Saya tak akan menanyakan bukti lagi kepadamu setelah mendengar (sabda Rasulullah ) ini.”
 
Maka Said berkata, “Ya Allah, jika wanita itu berbohong, renggutlah penglihatannya dan bunuhlah dia di tanahnya sendiri.”
 
Urwah menambahkan, “Wanita tidak mati sampai dirinya menjadi buta, dan ketika dia sedang berjalan di pekarangannya, dia terjatuh ke dalam lubang dan mati.”

RAMBU-RAMBU MENDOAKAN KEBURUKAN UNTUK ORANG ZALIM

Meski demikian, akan lebih tepat jika Anda tidak mendoakan keburukan atas dirinya dengan kematian, apalagi jika dia memiliki banyak anak, karena kematiannya akan membuat kakak Anda menjadi janda dan anak-anaknya menjadi yatim.
 
Tentang mendoakan dia agar dihukum dengan hukuman yang lebih berat daripada kezalimannya terhadap Anda, maka hal ini adalah sebuah kezaliman. Al-Kharashi, di dalam Syarah Mukhtashar Al-Khalil,
menulis:
 
Boleh mendoakan keburukan bagi pelaku kezaliman (pemimpin yang tidak adil), agar dia dicopot (dari jabatannya), terlepas dari apakah pemimpin itu menzaliminya (orang yang mendoakan keburukan tadi) atau menzalimi orang lain. Akan tetapi, akan lebih tepat jika tidak mendoakan keburukan atas seseorang yang kezalimannya tidak tersebar. Tetapi jika kezalimannya merata, maka akan lebih tepat bagi orang yang terzalimi itu untuk mendoakan keburukan atas orang yang berbuat zalim.
 
Meski demikian, dia tidak boleh berdoa agar anak-anak atau keluarga (istri dari pelaku kezaliman tersebut) mati atau agar mereka berbuat dosa, karena mendoakan orang lain agar berbuat dosa adalah dosa dengan sendirinya.
 
Dia juga dilarang mendoakan pelaku kezaliman itu agar ditimpa keburukan dengan yang lebih besar daripada yang seharusnya ia terima.
 
Ada dua pendapat tentang mendoakan seseorang agar diberi akhir kehidupan yang buruk (Suul Khatimah), dan pendapat yang paling tepat, sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Naaji dan lainnya, adalah bahwa hal itu dilarang. Pendapat ini bertentangan dengan pendapat Al-Burzuli.”
 
Juga, di dalam Al-Fawaakih ad-Dawaani ala Risaalat Ibnu Abu Zaid Al-Qairawani tertulis:
 
“Al-Qaraafi berkata:
 
Ada beberapa syarat tentang mendoakan keburukan terhadap orang yang zalim:
Pertama,

mendoakan orang itu agar dicopot (dari jabatannya) sehingga kezalimannya akan berhenti, dan hal ini adalah bagus.

 
Dua,
berdoa agar anak-anaknya mati, pun demikian dengan istri dan mereka yang memiliki hubungan dengannya, padahal mereka tidak melakukan kezaliman terhadap dirinya, maka hal ini dilarang karena membahayakan orang-orang yang tidak bersalah.
 
Ketiga,
mendoakan orang zalim tersebut agar berbuat dosa, seperti meminum khamar, ghibah, atau menuduh orang-orang yang tidak bersalah dengan tuduhan zina, maka hal ini dilarang, karena mengharapkan orang lain berbuat dosa adalah sebuah dosa dengan sendirinya.
 
Empat,
mendoakan orang yang zalim agar diberi ujian pada jasadnya, melebihi kadar ujian yang seharusnya ia terima, maka hal ini bukanlah perbuatan yang pantas, karena Allah berfirman:
 
فَمَنِ ٱعۡتَدَىٰ عَلَيۡكُمۡ فَٱعۡتَدُواْ عَلَيۡهِ بِمِثۡلِ مَا ٱعۡتَدَىٰ عَلَيۡكُمۡۚ ١٩٤
 
Arti:
“Oleh sebab itu, barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa,” (QS Al-Baqarah [2]: 194).
 
 
Wallahualam bish shawwab.
 
Fatwa No: 299206
Tanggal: 7 Safar 1437 (20 November 2015)
Sumber: IslamWeb
Penerjemah: Irfan Nugroho

Contoh Doa Kebinasaan untuk Orang Zalim, Musuh Islam

اللهم أهلك أعدآئنا وأعدآء المسلمين فى بلدنا إندونسيا من الكفار والمشركين والمنافقين خصوصا ل (AHOK)وأصحابه وشركآئه،

 

“Yaa Allah Binasakanlah musuh-musuh kami dan musuh-musuh kaum muslimin di Negeri kami Indonesia yang tercinta ini, dari kalangan orang-orang Kafir, Musyrik, dan Munafik, khususnya si AHOK, pendukungnya, dan sekutunya.

 

اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن, اللهم أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالطُّغَاةَ وَالظَّالِمِيْنَ يا رب العالمين

 

“Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrik. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam). Ya Allah binasakanlah kekufuran, thaghut dan orang-orang yang zalim, wahai Rabb sekalian alam.”

 

 اللهم اِنَّنَا نَجْعَلُكَ فى نُحُورِ أعداءِنَا و نَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِم

 اللهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهم و شَتِّتْ كَلِمَتَهم و زَلْزِلْ أَقْدَامَهم يا قهَّار , يا جبَّار , يا مُنْتَقِم, يا الله, يا الله, يا الله

 

“Ya Allah kami jadikan Engkau di hadapan musuh-musuh kami dan kami berlindung pada-Mu dari kejahatan-kejahatan mereka. Ya Allah cerai-beraikan himpunan mereka, pecah-belahkan kesatuan mereka, cerai-berikanlah kalimah mereka, dan goncangkan kedudukan mereka, wahai Tuhan yang Mahagagah, wahai Tuhan yang Mahakeras, wahai Tuhan yang Maha Membalas, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah,”

 

اللهُمَّ يَا مُنْزِلَ الْكِتَابَ وَيَا مُجْرِيَ السَّحَابَ وَيَا هَازِمَ الْأَحْزَابَ اِهْزِمْهُمْ وَاْنصُرْنَا عَلَيْهِمْ

 

“Ya Allah, wahai Tuhan, yang menurunkan Al-Kitab, wahai Tuhan yang menjalankan awan, wahai Tuhan yang mengalahkan tentara Al-Ahzab, kalahkanlah mereka (orang-orang kuffar) dan bantulah kami menghadapi mereka.”

 

اللَّهُمَّ أَنْجِ المسلمين في فلسطين اللَّهُمَّ أَنْجِ المسلمين في كُلِّ مَكَان, اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ, اللَّهُمَّ أهْلِكْ أمْرِيْكَانَ وَمَنْ وَالَاهُمْ, اللهُمَّ أَهْلِكِ الْيَهُوْدَ وَمَنْ وَالَاهُمْ

 

“Ya Allah, selamatkanlah kaum muslimin di Palestina, Ya Allah selamatkanlah kaum muslimin di semua tempat. Ya Allah selamatkanlah kaum-kaum yang lemah dari kalangan orang-orang yang beriman, Ya Allah hancurkan Amerika dan sekutu-sekutunya. Ya Allah hancurkan Yahudi dan sekutu-sekutunya.”

 

اللهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكْ، والْمُضْطَهَدِيْنَ فِيْ دِيْنِهِمْ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ، اللهُمَّ انْصُرْ إخْوَانَنَا فِيْ فِلَسْطِيْن ، اللهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، اللهُمَّ اجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ, رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ

 

“Ya Allah bantulah saudara-saudara kami para pejuang di jalan-Mu, yang ditindas karena agama yang mereka anut di semua tempat. Ya Allah bantulah saudara-saudara kami di Palestina, Ya Allah bantulah mereka, Ya Allah bantulah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka, Ya Allah satukanlah kalimah mereka, dan saf-saf mereka, wahai Tuhan sekalian alam, wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampunkan kami dan mengasihani kami, sudah pasti kami akan tergolong dari kalangan orang-orang yang rugi.”

 

اللهم اُنْصُرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُجَاهِدِينَ عَلىْ اليَهُود..اللّهم انْصُرْناَ عَلَيْهِم فِي كُلِّ مَكَانٍ..اللّهمّ أَرِناَ فِيْهِمْ عَجَائِبَ قُدْرَتِكَ .. اللّهمّ أًحْصِهِمْ عَدَداً وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً..اللّهمّ اجْعَلْهُمْ غَنِيْمَةً لِلْمُسْلِمِيْن..اللّهمّ اجْعَلْ سِلاَحَهُمْ فِي صُدُوْرِهِمْ وَكَيْدَهِمْ فِي نُحُورِهِمْ وَتَدْبِيْرِهِمْ تَدْمِيْراً لهَمُ , اللّهمّ اْجْعَلْ الملائكةَ تُعِيْنُ المسلمين ..اللّهمّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ .. اللّهمّ سَدِّدْ رَصَاصَهُمْ

 

“Ya Allah, bantulah muslimin dan pejuang Islam dalam pertempurannya dengan Yahudi. Ya Allah bantulah kami untuk mengalahkan mereka di mana saja. Ya Allah tunjukkanlah kepada mereka keajaiban kuasa-Mu. Ya Allah jadikanlah mereka dibilang, dan bunuhlah mereka sebinasa-binasanya, dan janganlah Engkau lepaskan mereka walau seorang. Ya Allah jadikanlah senjata dan harta mereka sebagai harta rampasan di tangan kaum muslim. Ya Allah jadikanlah senjata mereka mengenai dada mereka sendiri, dan tipu daya mereka mengenai tengkuk mereka, dan rancangan mereka penghancur mereka sendiri, Ya Allah jadikanlah para malaikat membantu kaum muslimin. Ya Allah tepatkanlah tembakan dan lontaran mereka.”

 

اللّهمّ أَهْلِكْهُمْ كَمَا أَهْلَكْتَ إِرَمَ وَعَاد اللّهمّ صُبَّ عَلَيْهِمْ سَوْطَ عَذَابِ فَإِنَّهُمْ أَفْسَدُوْا فِي البِلاَدِ وَقَتَلُوْا العِبَادَ , اللهم انصُرْ إِخْوَانَناَ فِي لُبْناَن وَفِلَسْطِين وَافغانستان والعراق وَجَمِيْعِ بِلاَدِ المسلمين

 

“Ya Allah hancurkanlah mereka sebagaimana Engkau menghancurkan kaum Iram dan ‘Ad. Ya Allah palulah mereka dengan paluan azab karena mereka telah melakukan kerusakan dalam negara dan membunuh para hamba-Mu. Ya Allah bantulah saudara kami di Libanon, Palestina, Afganistan, Irak dan seluruh negara umat Islam.”

 

اللّهمّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِ أَعْدَائِنَا ، ونَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

اللّهمّ مُنْزِلَ الكِتَابِ، وَمُجْرِيَ السَّحَابِ، وَهَازِمَ الأَحْزَابِ، اِهْزِمْ اليَهُودَ الغَاصِبِيْنَ المحُتَلِّيْنَ، وَانْصُرْناَ عَلَيْهِمْ وَزَلْزِلْهُم. اللّهُمّ بَدِّدْ شَمْلَهُم وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، و شَتِّتْ كَلِمَتَهُم , خَالِفْ بَيْنَ قُلُوبِهِم، ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُم , وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ كَلْباً مِنْ كِلاَبِكَ يا قهار , يا جبار و يا مُنْتَقِمَ , اللهم أَنْزِلِ بِهِم بَأْسَكَ الَّذِيْ لايُرَدُّ عَنِ القَوْمِ المُجْرِمِين.

 

“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami menjadikan-Mu sebagai dinding dari musuh-musuh kami, dan kami berlindung dengan-Mu dari kejahatan mereka.”

“Wahai Tuhan kami, wahai Tuhan yang menurunkan Al-Kitab (al-Quran), dan wahai yang menjalankan awan, dan wahai yang menghancurkan tentara Al-Ahzab, hancurkanlah Yahudi perampas dan penjajah dan bantulah kami atas mereka dan goyahkanlah mereka.”

“Wahai Tuhan kami, binasakanlah kesempurnaan mereka, dan pecah-belahkanlah kesatuan mereka, dan gagapkanlah perkataan merek, pecah-belahkanlah hati-hati mereka, goyahkanlah pendirian mereka, dan hantarkanlah anjing ke atas mereka dari anjing-anjing suruhan-Mu, wahai Tuhan Yang Mahagagah Perkasa, wahai Tuhan Yang Mahaberani, wahai Tuhan Yang Maha Membalas, wahai Allah tuhan kami, turunkanlah ke atas mereka kemarahan dari-Mu yang tidak mampu ditolak oleh kaum yang berdosa.”

 

الَّلهُمَّ اَهْلِكِ الكَفَرَةَ وَ اْلمشركينَ, أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ

. الَّلهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ, وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ, وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ, وَأَلْقِ فِى قُلُوْبِهْمُ الُّرعْبَ, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٍ

 

“Wahai Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan musyrik: musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh agamamu. Wahai Allah cerai-beraikanlah persatuan mereka; cabik-cabiklah kesatuan mereka; goyahkan kaki mereka; dan lemparkan rasa gentar ke hati mereka. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

 

الَّلهُمَّ اَعِزَّ اْلإِسْلَامَ و المسلمينَ وَاَهْلِكِ اْلكَفَرَةَ و المبتدعة و المشركين أعدائك اعداء الدين اللهم شتت شملهم و مزق جمعهم و زلزل أقدامهم و الق في قلوبهم الرعب انك على كل شئ قدير

 

“Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hancurkanlah orang-orang kafir, dan orang-orang ahlu bid’ah dan orang-orang musyrikin musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh agama-Mu. cerai-beraikanlah persatuan mereka; cabik-cabiklah kesatuan mereka; goyahkan kaki mereka; dan lemparkan rasa gentar ke hati mereka. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

 

الَّلهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلَاةِ اْلمسلمينَ، وَاْنصُرِ اْلِاسْلَامَ وَالمسلمينَ وَاَهْلِكِ اْلكَفَرَةَ وَاْلمبتَدِعَةَ والمشركينَ. وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إلى يومِ الدِّيْنِ

 

“Wahai Allah perbaikilah para pemimpin-pemimpin kaum muslimin, dan bantulah Islam dan muslimin, dan hancurkanlah kaum kuffar dan orang-orang ahli bid’ah serta orang-orang yang musyrik, dan tinggikanlah kalimah-Mu sampai hari kiamat.”

الَّلهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِي فَلِسْطِيْنَ ، الَّلهُمَّ انْصُرْهُمْ ، الَّلهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى اْليَهُوْدِ اْلمجرمينَ وَمَنْ شَايَعَهُمْ وَأَعَانَهُمْ ، الَّلهُمَّ اْلعِنْهُمْ ، الَّلهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِيْنَ كَسِنِيْ يُوْسُفَ

 

“Ya Allah, berilah kemenangan pada dari kaum muslimin di Palestina. Ya Allah, tolonglah mereka. Ya, Allah sempitkanlah jalan-Mu atas orang-orang Yahudi yang nista, juga kepada sekutu dan pendukung mereka. Ya Allah, jatuhkan laknat kepada mereka dan jadikanlah tahun-tahun yang mereka lewati seperti tahun-tahun yang dilewati Yusuf”

 

اَللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكَفَرَةَ وَأَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ،اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن, اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالطُّغَاةَ وَالظَّالِمِيْنَ يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْن،

 

“Ya Allah turunkanlah azab kepada kaum kuffar dan ahli kitab yang menghalang dari jalan-Mu, Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrik, Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama-Mu (Islam), Ya Allah binasakanlah kekufuran, thaghut dan orang-orang yang zalim, Wahai tuhan sekalian alam.”

 

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكْ، والْمُضْطَهَدِيْنَ فِيْ دِيْنِهِمْ فِيْ كُلِّ مَكَان، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إخْوَانَنَا فِيْ فِلِسْطِيْن وفي رُوْهِيڠيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، اَللَّهُمَّ اجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

 

“Ya Allah bantulah saudara-saudara kami para pejuang di jalan-Mu, yang ditindas kerana agama yang mereka anut di semua tempat. Ya Allah bantulah saudara-saudara kami di Palestina dan di Rohingya, Ya Allah bantulah mereka, Ya Allah bantulah mereka berdepan dengan musuh-Mu dan musuh mereka, Ya Allah satukanlah kalimah mereka, dan saf-saf mereka, wahai Tuhan sekelian alam”

 

اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَلاَ يُؤْمِنُوْنَ بِوَعْدِكَ، وَخَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ وَأَلْقِ فِيْ قُلُوْبِهِمْ الرُّعْبَ، وَأَلْقِ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ إِلَهَ الْحَقِّ.

 

“Ya Allah, perangilah orang-orang kafir yang mencegah manusia dari jalan-Mu, yang mendustakan Rasul-rasul-Mu dan tak beriman kepada janji-Mu. (Ya Allah) perselisihkanlah, hancurkanlah persatuan mereka, timpakanlah rasa takut ke dalam hati mereka, timpakanlah kehinaan dan siksa-Mu atas mereka. (Ya Allah) Ilah yang Haq.” (Sumber: SDIT Bahtera Nuh)