Pertanyaan: Bagaimana hukum membaca surat Al-Fatihah kepada mayit sedangkan saya posisinya berada di rumah atau ketika saya melewati kuburan? Bolehkah mengirim hadiah pahala al-fatihah pada mayit?

Jawaban oleh Tim Fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah, Diketuai oleh Syaikh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti

Segala puji hanya milik Allah. Selawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Amma ba’du

Pendapat yang rajih dari sekian pendapat para ahli ilmu (ulama) adalah bahwa pahala membaca Quran bisa sampai kepada mayit atau orang yang sudah meninggal dunia, baik itu surat Al-Fatihah atau surat yang lainnya dari Al-Quran al-Karim.

Hal itu karena orang yang melakukan suatu amal, maka pahalanya itu adalah miliknya. Nah, orang yang memiliki sesuatu, dia boleh menghibahkan sesuatu tersebut kepada siapa saja, asalkan orang yang hendak menerima hibah itu tidak memiliki penghalang untuk memanfaatkan atau menerima pahala tersebut.

Tidak ada penghalang bagi orang yang akan menerima hadiah pahala tadi kecuali kekafiran, dan kita berlindung kepada Allah ta’ala dari kekafiran tersebut.

Maka silakan, Anda boleh membaca Al-Fatihah, lalu Anda menghadiahkan pahala Al-Fatihah tadi kepada mayit jika Anda melewati kuburan atau ketika Anda sedang di kediaman Anda.

Doa Melewati atau Masuk Kuburan

Yang disyariatkan ketika melewati kuburan adalah seperti yang diriwayatkan dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kepada sahabatnya bahwa jika keluar keluar menuju pemakaman, hendaknya membaca:

السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ وَفِي رِوَايَةِ زُهَيْرٍ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

Latin: AS SALAAMU ‘ALA AHLID DIYAAR -sementara dalam riwayat Zuhair- AS SALAAMU ‘ALAIKUM AHLAD DIYAARI MINAL MUKMINIIN WAL MUSLIMIIN WA INNAA INSYAA`ALLAHU BIKUM LAAHIQUUN ASALULLAHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH

Arti: Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyulul kalian semua. Saya memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian Al ‘Afiyah (keselamatan),” (Sahih Muslim: 975).

Juga ada riwayat dari Ibnu Abbas yang berkata:

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقُبُورِ الْمَدِينَةِ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِمْ بِوَجْهِهِ فَقَالَ

Rasulullah ﷺ melewati kuburan Madinah lalu beliau menghadapkan wajahnya dan mengucapkan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ أَنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

Latin: ASSALAAMU ‘ALAIKUM YA AHLAL QUBUR, YAGHFIRULLAHU LANA WA WALAKUM ANTUM SALAFUNA WA NAHNU BIL ATSARI

Arti: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian, (Sunan At-Tirmizi: 1053. At-Tirmizi: Hasan Garib).

Wallahu’alam bish shawwab.

BACA JUGA:

Bacaan dan Doa ketika Ziarah Kubur

Pahala dari Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua

السؤال

قراءة الفاتحة على روح الميت وأنا في البيت أو عند المرور على القبور. ما هو حكمها؟

الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فالراجح من أقوال أهل العلم أن ثواب قراءة القرآن يصل إلى الميت، سواء سورة الفاتحة أو غيرها من سور القرآن الكريم، لأن من عمل عملا ملك ثوابه ومن ملك شيئا فله أن يهبه لمن شاء ما لم يقم بالموهوب له مانع من الانتفاع بالثواب، ولا يمنع منه إلا الكفر عياذا بالله تعالى.

فلك أن تقرأ الفاتحة وتهدي ثوابها لروح الميت إذا مررت على قبره أو كنت في بيتك.

أما مايشرع الدعاء به عند المرور على المقابر فما رواه سليمان بن بريدة عن أبيه أن النبي  صلى الله عليه وسلم كان يعلمه لأصحابه إذا خرجوا إلى المقابر: السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، وإنا إن شاء الله تعالى بكم لاحقون، نسأل الله لنا ولكم العافية. رواه مسلم.

وما رواه ابن عباس قال: مر رسول الله صلى الله عليه وسلم بقبور المدينة، فأقبل عليهم بوجهه فقال: السلام عليكم يا أهل القبور، يغفر الله لنا ولكم، أنتم سلفنا ونحن بالأثر. رواه الترمذي وحسنه.

والله أعلم .   

Fatwa No: 49919

Tanggal: 26 Rabiul Akhir 1425 (14 Juni 2004)

Sumber: Asy-Syabakah Al-Islamiyah

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)