Pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, bolehkah tidur setelah shalat subuh? Pertanyaan ini disampaikan oleh banyak netizen. Dan banyak beredar di Internet konten yang menyatakan bahwa tidur setelah subuh hukumnya haram, dan diungkapkan dengan kata-kata seperti “larangan, tidak boleh,” dst.

Tidur setelah shalat subuh hukumnya boleh di dalam Islam, mubah, tidak dilarang, tidak haram, tidak berdosa. Tetapi ada penjelasannya. Pertanyaan serupa pernah disampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid dan berikut jawaban beliau:

TOLONG SUBSCRIBE YA:

TIDUR SETELAH SHALAT SUBUH

Kaitanya dengan seseorang tidur setelah shalat subuh atau salat fajar, maka tidak ditemui adanya Nash atau dalil yang melarangnya. Dengan demikian, maka pada intinya berlaku kaidah bahwa sesuatu itu hukumnya boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Syaikh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti, di mana beliau berkata:

“Tidur di waktu tersebut hukumnya boleh, dalam artian seseorang yang melakukannya tidak mendapat dosa, meskipun dia melakukannya tanpa ada keperluan mendesak. Hanya saja, sebagian ulama tidak menyukai tidur setelah subuh karena pertimbangan dampak buruk terhadap kesehatan dan yang lainnya, kecuali jika ada keperluan mendesak.”

NABI ﷺ DAN SALAF DI PAGI HARI

Termasuk salah satu petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Sallam dan juga para sahabatnya adalah bahwa mereka jika sudah melaksanakan salat fajar atau subuh, mereka akan tetap duduk di tempat mereka salat sampai matahari terbit.

Hal ini seperti yang terdapat di dalam Kitab Shahih Muslim: 1/463 hadits nomor 670 dari Samak bin Harb yang berkata:

أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟

Dikatakan kepada Jabir bin samurah apakah Tuan terbiasa duduk bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam?

نَعَمْ ، كَثِيرًا ، كَانَ لَا يَقُومُ مِنْ مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الْغَدَاةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ، فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ ، وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِي أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ .

Maka Jabir bin samurah berkata, “Iya saya sering duduk bersama Rasulullah. Beliau tidak bangun dari tempatnya melakukan salat subuh sampai matahari terbit. Jika matahari sudah terbit maka beliau bangun. Kemudian para sahabat lainnya ngobrol-ngobrol tentang perkara-perkara di zaman Jahiliyah dahulu, lalu ada yang tertawa ada juga yang sekedar tersenyum.”

WAKTU PAGI, WAKTU DIBERKAHI

Selain itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga terbiasa berdoa kepada Allah agar umatnya diberi keberkahan di waktu pagi. Hal ini seperti yang terdapat di dalam hadits Sakhr Al Ghomidi yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا 

Ya Allah berkahilah umatku di pagi hari mereka.

Lebih lanjut Sakhr juga mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam biasa mengutus invanteri atau pasukan di awal hari (pagi), sedang Sakhr sendiri adalah seorang pedagang dan biasa memberangkatkan kafilah dagangnya di pagi hari dan menghasilkan harta yang banyak.

Hal ini diriwayatkan oleh Abu Dawud at-tirmidzi, dan Ibnu Majah dengan sanad yang didalamnya terdapat juhalah atau perawi yang tidak diketahui, tetapi ada syawahid dari hadits Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan yang lainnya, semoga Allah meridhai mereka.

PARA SALAF TIDAK SUKA TIDUR SETELAH SUBUH

Maka dari sini bisa diketahui bahwa sebagian Salaf tidak menyukai tidur setelah salat subuh. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam al-Mushannaf: 5/222, nomor 25442 dengan sanad yang shahih dari Urwah bin Zubair yang berkata:

كَانَ الزُّبَيْرُ يَنْهَى بَنِيهِ عَنْ التَّصَبُّحِ ، قَالَ : وَقَالَ عُرْوَةُ: إنِّي لَأَسْمَعُ بِالرَّجُلِ يَتَصَبَّحُ فَأَزْهَدُ فِيهِ

Ayahku Zubair melarang anaknya tidur di waktu pagi. Urwah berkata: Tidaklah aku mendengar kalau seseorang biasa tidur di pagi hari melainkan aku kehilangan rasa suka pada dirinya.

MANFAATKAN WAKTU DENGAN YANG BERMANFAAT

Pada akhirnya, hendaknya manusia menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat baginya di dunia dan akhirat. Tidur yang di dalamnya ada upaya untuk membantunya bekerja atau beramal, maka itu boleh, tidak mengapa. Apalagi jika di waktu lain orang tersebut mengalami kesulitan tidur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam al-Mushannaf: 5/223 nomor: 25454 dadi Abi Yazid Al-Madini yang berkata:

Umar pergi ke rumah Shuhaib dan dia dapati bahwa Shuhaib sedang tidur pagi. Maka Umar pun duduk sampai Shuhaib bangun.

Shuhaib pun berkata, “Amirul Mukminin duduk di tempatnya sedang Shuhaib terlelap tidur di pagi hari. Umar pun berkata kepadanya:

مَا كُنْت أُحِبُّ أَنْ تَدَعَ نَوْمَةً تُرْفِقُ بِك

Aku tidak suka mengganggu tidur yang bisa saja memang bermanfaat untuk dirimu.

TIDUR SETELAH ASHAR

Tentang tidur setelah shalat ashar, hukumnya juga boleh, mubah. Tidak ada riwayat yang sahih dari Nabi Shalallahu alaihi wasallam yang melarang tidur di waktu ini (setelah shalat ashar).

Tentang riwayat yang dinisbatkan kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

 مَنْ نَامَ بَعْدَ الْعَصْرِ ، فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ، فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

“Barangsiapa yang tidur setelah shalat ashar, lalu dia kehilangan akal karenanya, maka tidak ada yang bisa dikambinghitamkan selain dirinya sendiri.”

Ini hadis batil, tidak sahih dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Lihat Silsilah Ad-Dhaifah: 39.

Wallahu’alam

Fatwa No: 2063

Tanggal: 23 November 2000

Sumber: Islam Sual wal Jawab

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)