Seorang wanita bertanya kepada Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid tentang hukum tinggal di rumah hasil riba. Rumah tersebut adalah milik suaminya yang tidak mau dinasihati tentang haramnya riba. Bagaimana jawaban beliau? Teruskan membaca:

Pertanyaan:

Pertanyaan saya adalah bahwa suami sata mulai membeli hipotek, yakni kredit rumah dari bank (riba dengan sistem riba). Banyak ulama Muslim mengatakan bahwa yang seperti itu adalah riba dan haram. Tetapi suami saya tidak menggubris. Bagaimana hukumnya dalam kasus ini?

Jawaban oleh Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid

Alhamdulillah.
Kami telah menyampaikan pertanyaan tersebut (hukum tinggal di rumah hasil riba) kepada Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:
“Suaminya telah membeli satu rumah dengan uang haram. Apakah wanita (istri dari suami tersebut) boleh menolak untuk tinggal di rumah tersebut?”
Lalu beliau (Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjawab:

“Alhamdulillah. Tidak boleh. Wanita itu tidak boleh menolak tinggal di dalamnya. Karena dia tinggal di sana dengan cara yang baik-baik. Adalah suaminya yang membeli rumah tersebut dengan cara yang salah.”

“Akan tetapi, kalau si suami merampas rumah seseorang dengan cara paksa, maka si istri boleh menolak tinggal di rumah tersebut.”

Wallahualam bish shawaab.
Demikian sedikit penjelasan tentang tinggal di rumah hasil riba. Untuk pembahasan lain tentang riba, silakan baca artikel berikut:
Definisi dan macam-macam riba menurut Quran dan Hadis
Fatwa: 4943
Tanggal: 6 Juli 1999
Sumber: http://islamqa.info/ar/4943
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an At-Taqwa Sukoharjo)