Pembaca yang semoga dirahmati Allah. Kucing lazimnya menjadi hewan peliharaan yang sangat imut dan disukai oleh banyak manusia. Meski demikian, tidak sedikit pula kucing yang membuat masalah di rumah-rumah. Maka muncullah pertanyaan, “Bolehkah membunuh kucing?”

Pertanyaan serupa pernah diajukan kepada Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Munajjid. Di dalam salah satu fatwanya beliau mendapat pertanyaan sebagai berikut:

“Saya memiliki teman yang menjalankan bisnis restoran, lalu di sana mulai datang banyak kucing. Kucing-kucing itu mencuri makanan dan menyerang pelanggan. Dia berusaha mengusir kucing-kucing itu dengan membuangnya ke tempat jauh. Tetapi kucing-kucing itu akhirnya kembali juga. Sekarang restoran itu terancam tutup karenanya. Bolehkah dia – dalam hal ini – untuk membunuh kucing-kucing itu dengan meracuninya atau yang semisal? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.”

Merespons pertanyaan tersebut, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid berkata: 

Jika bahaya dari kucing-kucing itu tidak bisa dihalau kecuali dengan cara-cara seperti yang disebutkan, yakni meracuninya, maka hal itu hukumnya boleh.

Lajnah Daimah Arab Saudi pernah ditanya tentang kebolehan membunuh dengan racun atau cara lainnya, apalagi jika kucing-kucing itu berbahaua dan dapat menyebabkan penularan penyakit. Di dalam fatwanya mereka menulis:

“Tidak ada masalah dengan membunuhnya jika kucing-kucing itu berbahaya atau membawa berbagai penyakit, dan tidak memungkinkan untuk menghilangkannya kecuali dengan membunuhnya.”

Akhir kutipan.

Sumber: Lajnah Daimah: 16/190

Mereka juga pernah ditanya tentang hukum meracun kucing yang ditemukan dalam jumlah besar di beberapa rumah sakit, karena hal itu bisa membahayakan pasien. Lalu mereka menjawab sebagai berikut:

“Jika situasinya seperti yang digambarkan, bahwa kucing-kucing itu bisa menjadi bahaya dan tidak mungkin untuk melindungi pasien dari bahayanya, dan satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah dengan membunuhnya, maka hal itu hukumnya boleh untuk membunuh kucing-kucing tersebut dengan cara yang paling ringan, baik dengan  meracuninya, menembaknya dengan peluru, dsb.”

Fatawa Lajnah Daimah: 26/190

Fatwa No: 127221

Tanggal: 24 January 2009

Pertanyaan serupa juga diterima oleh tim fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah Qatar yang diasuh oleh Syaikh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti. Ketika ditanya tentang hal tersebut, beliau berkata:

“Membunuh kucing, atau binatang  berbahaya lainnya tanpa adanya alasan yang syar’i dan tanpa adanya bahaya yang ditimbulkan dari hewan-hewan tersebut, maka hal itu hukumnya haram. Orang yang melakukannya akan mendapatkan dosa. Mengapa? Karena hal itu bertentangan dengan sifat rahmah yang hendaknya terdapat di diri setiap muslim.”

Di dalam Sunan An-Nasai disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ إِنْسَانٍ قَتَلَ عُصْفُورًا فَمَا فَوْقَهَا بِغَيْرِ حَقِّهَا إِلَّا سَأَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا

“Seseorang yang membunuh burung dan apa-apa yang ada di atasnya tanpa hak, pasti Allah akan bertanya tentang hal hal tersebut.”

Lalu dikatakan kepada Rasulullah:

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا حَقُّهَا

“Wahai Rasulullah, apa haknya?”

Rasulullah bersabda:

يَذْبَحُهَا فَيَأْكُلُهَا وَلَا يَقْطَعُ رَأْسَهَا يَرْمِي بِهَا

“Haknya adalah disembelih, dimakan, dan tidak dipenggal kepalanya lalu dibuang begitu saja,” (Sunan An-Nasai: 43499).

Lalu jika ada bahaya yang ditimbulkan dari kucing tersebut, maka boleh membunuhnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi :

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang bahaya bagi orang lain dan bagi diri sendiri ,” (Sunan Ibnu Majah, Muwatha, Musnad Ahmad).

“Tetapi ingat, syarat untuk melakukannya adalah tidak adanya cara lain kecuali membunuhnya… Tentang kebolehan membunuh (kucing atau hewan berbahaya), yang harus diperhatikan adalah hendaknya hal itu dilakukan dengan cara yang paling cepat, tanpa menyiksanya.”

Di dalam Sahih Muslim, dari Syadad bin Aus, beliau berkata:

ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Dua perkara yang selalu saya ingat dari Rasulullah .”

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan supaya selalu bersikap baik terhadap setiap sesuatu.”

فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ

“Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik.”

وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ

“JIka kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik.”

وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Hendaknya salah satu dari kalian menajamkan pisaunya, lalu menyenangkan hewan sembelihannya,” (Sahih Muslim: 1955).

Wallahu’alam bish shawwab

Fatwa No: 11397

Tanggal: 28 Syawal 1429 (28 Oktober 2008)