Pertanyaan: Bolehkah saya tidur di kamar saya sendiri dan saya dalam keadaan tidak berpakaian?

Jawaban oleh Tim Fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah, Diketuai oleh Syaikh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti hafizahullah

Segala puji hanya milik Allah. Selawat dan salam kepada Rasulullah, juga kepada keluarganya dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Tidak masalah bagi seorang muslim untuk melepas bajunya dan tidur dalam keadaan tidak berpakaian, jika:

1. dia tidur di kamar tidur khusus miliknya sendiri,

2. tidak ada kekhawatiran bahwa orang lain akan melihat auratnya, apalagi oleh orang yang memang tidak boleh untuk melihatnya.

Tidak boleh melihat aurat kecuali aurat pasangannya sendiri, juga aurat budak yang dimilikinya.

Hal ini didasarkan pada sabda Nabi ﷺ:

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

“Jagalah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak yang kamu miliki.”[i]

Sungguh, Allah azza wa jalla telah memerintahkan para anak dan pelayan agar meminta izin (jika hendak memasuki kamar orang tua atau majikannya) di waktu-waktu tidur dan istirahat, yang di waktu-waktu itu sangat kuat dugaan bahwa dia (orang tua / majikan) sedang melepas pakaiannya.

Allah ta’ala berfirman di Quran Surat Annur ayat 58:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِيْنَ مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ وَالَّذِيْنَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلٰثَ مَرّٰتٍۗ مِنْ قَبْلِ صَلٰوةِ الْفَجْرِ وَحِيْنَ تَضَعُوْنَ ثِيَابَكُمْ مِّنَ الظَّهِيْرَةِ وَمِنْۢ بَعْدِ صَلٰوةِ الْعِشَاۤءِۗ ثَلٰثُ عَوْرٰتٍ لَّكُمْۗ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّۗ طَوَّافُوْنَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Surat Annur ayat 58 Latin:

yā ayyuhallażīna āmanụ liyasta`żingkumullażīna malakat aimānukum wallażīna lam yablugul-ḥuluma mingkum ṡalāṡa marrāt, ming qabli ṣalātil-fajri wa ḥīna taḍa’ụna ṡiyābakum minaẓ-ẓahīrati wa mim ba’di ṣalātil-‘isyā`, ṡalāṡu ‘aurātil lakum, laisa ‘alaikum wa lā ‘alaihim junāḥum ba’dahunn, ṭawwāfụna ‘alaikum ba’ḍukum ‘alā ba’ḍ, każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāt, wallāhu ‘alīmun ḥakīm

Terjemah Arti Surat Annur ayat 58:

Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan) yaitu, sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana, (Quran Surat Annur ayat 58).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah, ketika menjelaskan bagian ayat “ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari”, berkata:

في وَقْتِ الْقَيْلُولَةِ; لِأَنَّ الْإِنْسَانَ قَدْ يَضَعُ ثِيَابَهُ فِي تِلْكَ الْحَالِ مَعَ أَهْلِهِ

“Di waktu qailulah (tidur siang, sebelum zuhur atau sesudahnya), karena biasanya manusia melepas bajunya di keadaan tersebut dan dia sedang bersama istrinya.”

Lalu ketika beliau menafsirkan bagian ayat, “dan setelah shalat isya,” Imam Ibnu Katsir rahimahullah menulis:

لِأَنَّهُ وَقْتُ النَّوْمِ

“Karena itu adalah waktu tidur.”

Akan tetapi, akan lebih baik jika orang Islam itu senantiasa menjaga auratnya di semua keadaan. Wallahu’alam bish shawwab.

Fatwa No: 126471

Tanggal: 5 Ramadan 1430 (25 Agustus 2009)

Sumber: Asy-Syabakah Al-Islamiyah

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

السؤال

هل يجوز النوم فى غرفتي وأنا عاري.

الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فلا حرج على المسلم في وضع ثيابه ونومه عاريا إذا كان في غرفة نومه الخاصة ولا يخشى اطلاع غيره على عورته ممن لا يحل له النظر إليه، ولا يجوز النظر إلى العورة إلا لزوجته، ومن هي في ملك يمينه لقول النبي صلى الله عليه وسلم: احفظ عورتك إلا من زوجتك أو ما ملكت يمينك. الحديث رواه أحمد والترمذي وغيرهما .

وقد أمر الله عز وجل الأطفال والخدم بالاستئذان في أوقات النوم والراحة التي هي مظنة لوضع الثياب. فقال تعالى: وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ .{النور:58}.

 قال أهل التفسير: في وقت القيلولة، لأن الإنسان قد يضع ثيابه في تلك الحال مع أهله.. “ومن بعد صلاة العشاء  لأنه وقت النوم…

ومع ذلك فالأولى للمسلم أن يغطي عورته على كل حال


[i] Sunan At-Tirmizi: 2769, 2794, Sunan Abu Dawud: 4017, Sunan Ibnu Majah: 1920, Musnad Ahmad: 20034, 20040