Merebaknya wabah corona menuntut adanya larangan berkerumun. Inilah dalil larangan berkerumun ketika tersebar wabah. Dalam bukunya Al-Ahkam Al-Fiqhiyah Al-Mutaalaqah bi Waba Corona Syekh Khalid bin Ali Musyaiqih menulis sebagai berikut:

Orang yang terjangkit wabah (dalam hal ini Covid-19 atau Corona) haram untuk hadir ke dalam perkumpulan manusia karena tindakannya itu termasuk membahayakan manusia padahal Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata, [QS Al-Ahzab: 58].

Juga, di ayat lain Allah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu, [QS An-Nisa: 29].

Dari ayat inilah dikukuhkan sebuah kaidah:

لا ضرر ولا ضرار

Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh menimbulkan bahaya.

Oleh karena itu, orang yang terjangkit penyakit ini (Corona atau Covid-19) tidak boleh berkerumun dengan orang yang sehat.

Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

فِرَّ مِنْ الْمَجْذُومِ فِرَارَكَ مِنْ الْأَسَدِ

Larilah dari orang yang terjangkit kusta seperti kamu berlari dari kejaran singa, [Musnad Ahmad: 9722].

Selain hadis di atas, ada banyak dalil lainnya.

Demikian sedikit pembahasan tentang dalil larangan berkerumun ketika tersebar wabah. Semoga Allah menjauhkan kita dari virus Corona/Covid-19 dan mengangkat wabah ini dari negeri-negeri kaum muslimin.

Anda juga bisa membaca tentang:

Sumber: Al-Ahkam Al-Fiqhiyah Al-Muta’alaqah bi Waba Corona, halaman: 17

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)