Syekh Wahid Abdussalam Bali, di dalam kitabnya Sahih Adab Islamiyah dalam bab Adab Menjenguk Orang Sakit, beliau mengutip tiga hadist shahih yang berisi ajaran Nabi Muhammad tentang doa untuk orang sakit. Berikut adalah doa ketika menjenguk orang yang sakit sesuai sunnah yang shahih, lengkap dengan transkripsi Arab-Latin dan terjemahannya:
 
 

HADIST #1 – DOA MENJENGUK ORANG SAKIT

Hadis yang pertama, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di dalam kitab Sahihnya, dari Aisyah binti Sa’ad, bahwa ayahnya berkata, “Aku pernah menderita rasa saskit yang amat berat ketika di Mekah, maka Nabi datang menjengukku lalu aku berkata kepada beliau:
 
‘Wahai Nabi Allah, aku akan meninggalkan banyak harta benda, namun aku tidak memiliki seorang ahli waris selain seorang putri. Oleh karena itu, aku wasiatkan dua pertiga dari harta bendaku dan aku tinggalkan sepertiganya.’
 
Kemudian beliau berkata, “Jangan.”
 
‘Kalau begitu aku wasiatkan setengahnya dan aku sisakan setengahnya.’
 
Beliau menjawab, “Jangan.”
 
‘Kalau begitu aku wasiatkan sepertiga dan aku sisakan yang dua pertiganya.’
 
Beliau menjawab:
 
الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ
 
“Sepertiga. Sepertinya itu masih banyak.”
 
Kemudian beliau meletakkan tangan beliau di atas kening ayah binti Sa’ad tadi lalu mengusap wajah dan perutku sambil berdoa:
 
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا وَأَتْمِمْ لَهُ هِجْرَتَهُ
 
Arab – Latin : Allahummasyfi Sa’dan wa atmim lahu hijratahu
Terjemahan : Ya Allah, sembuhkanlah penyakit Sa’ad dan sempurnakanlah hijrahnya.
 
‘Maka aku masih merasakan sejuk di hatiku hingga saat ini (ketika beliau menceritakan hadis ini).’
 
Sumber: Fathul Bari, Hadist No. 5659
 

HADIST #2 – DOA MENJENGUK ORANG SAKIT

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmizi, dan Imam At-Tirmizi menilai hadis ini sebagai hadis hasan, dari Ibnu Abbas Radhiyallahuanhuma, dari Nabi yang bersabda:
 
مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ
 
“Siapa saja yang mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, kemudian dia mengucapkan da di sebelahnya sebanyak tujuh kali:
 
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Arab – Latin :
As alullahal ‘adzhiim, Rabbal ‘arsyil ‘Adzhiim, an yasyfiika
Terjemahan :
Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang Agung, semoga Allah menyembuhkanmu
 
إِلَّا عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ
Maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut.”
 
Sumber: Sunan Abu Dawud terbitan Baitul Afkar Ad-Dauliah: 3106
 

 

HADIST #3 – DOA MENJENGUK ORANG SAKIT

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, dan hadis ini dinilai hasan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar, dari Ibnu Umar Radhiyallahuanhuma yang mengatakan bahwa Nabi bersabda:
 
إِذَا جَاءَ الرَّجُلُ يَعُودُ مَرِيضًا فَلْيَقُلْ
“Jika ada seseorang datang menjenguk orang yang sakit, hendaknya dia mengucapkan (doa):
 
اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوًّا أَوْ يَمْشِي لَكَ إِلَى جَنَازَةٍ
 
Arab – Latin: Allahummasyfi ‘abdaka yankau laka ‘aduwwan auw yamsyii laka ila janaazatin
 
Terjemahan: Ya Allah, sembuhkanlah hambaKu yang akan mengalahkan musuhMu, atau berjalan karenaMu mengantarkan jenazah.
 
Catatan:
Imam Abu Dawud menambahkan bahwa Ibnu Sarji berkata:
 
إِلَى صَلَاةٍ
“Menuju salat.”
 
Penjelasan:
Tertulis di dalam situs Islamport tentang makna di balik doa ini:
 
إن في شفاء المؤمن خيرًا لنفسه بالصلاة أو لأمته بالجهاد.
Sesungguhnya di dalam kesembuhan seorang mukmin terdapat kebaikan bagi dirinya, yaitu dengan dia melakukan salat, atau juga terdapat kebaikan untuk umatnya, yaitu dengan berjihad (itulah mengapa disebut “akan mengalahkan musuhMu”).
 
Sumber: Sunan Abu Dawud, terbitan Baitul Afkar Ad-Dauliah:
3107
 
Wallahu’alam bish shawwab
 
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)