Pertanyaan:
Apakah boleh seorang dokter wanita menyunat anak laki-laki?
 
Jawaban oleh Pusat Fatwa IslamWeb yang diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitty Hafizahullah
Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
 
Menurut syariat, boleh bagi seorang dokter wanita menyunat anak laki-laki yang belum mencapai usia wajib diperintahkan salat, yaitu tujuh tahun (menurut kalender hijriah – pent).
 
Ulama mahzab Maliki, Ibnu Abi Zaid Al-Qairawani rahimahullah berkata:
“Wanita boleh memandikan anak laki-laki yang berusia enam atau tujuh tahun.”
 
Al-Ghumari Rahimahullah, ulama mahzab Maliki juga, menyebutkan adanya ijma (konsensus) di kalangan ulama dalam hal ini dan beliau mengutip pendapat Ibnu Mundzir Rahimahullah yang berkata:
 
“Semua ulama yang kami kenal telah sepakat bahwa seorang perempuan boleh memandikan anak laki-laki. Tetapi mereka berbeda pendapat tentang usia si anak. Malik berpendapat bolehnya menandikan anak di bawah tujuh tahun karena dia belum diperintahkan untuk salat dan melihat aurat si anak adalah tidak dilarang. Kemudian beliau menyebutkan bahwa dalil tersebut (perintah salat di usia tujuh tahun – pent) bisa diterapkan untuk anak laki-laki di usia enam, bukan tujuh, karena kita diperintahkan untuk menyuruh anak usia tujuh tahun agar melaksanakan salat.”
 
Biasanya, sunat dilakukan di minggu-minggu pertama setelah kelahiran. Di banyak kasus, melihat aurat anak di bawah tujuh tahun adalah tidak dilarang.
 
Fatwa No: 33122
Tanggal: 27 Jumadil Ula 1434 H (7 April 2013)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa
Sukoharjo
)