Allah
berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ
فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو
الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa
kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan
dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah
mempunyai karunia yang besar,” (QS Al-Anfal: 29).

Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah
menjelaskan:

امْتِثَالُ الْعَبْدِ لِتَقْوَى رَبِّهِ عُنْوَانُ السَّعَادَةِ، وَعَلَامَةُ
الْفَلَاحِ، وَقَدْ رَتَّبَ اللَّهُ عَلَى التَّقْوَى مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةِ شَيْئًا كَثِيرًا
.

Jika seorang hamba mengaplikasikan takwa kepada
Rabb-nya, maka itu adalah satu dari sekian cabang-cabang kebahagiaan dan juga
merupakan tanda kemenangan. Allah melebihkan tingkatan takwa daripada kebaikan
dunia dan akhirat dengan kebaikan yang sangat banyak.

فَذَكَرَ هُنَا أَنَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ حَصَلَ لَهُ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ،
كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
:

Disebutkan di sini bahwa siapa saja yang bertakwa
kepada Allah, dia akan memperoleh empat perkara, yang setiap perkaranya adalah
lebih baik daripada dunia dan seisinya:

الْأَوَّلُ: الْفَرْقَانُ: وَهُوَ الْعِلْمُ وَالْهُدَى الَّذِي يَفْرِقُ بِهِ
صَاحِبُهُ بَيْنَ الْهُدَى وَالضَّلَالِ، وَالْحَقِّ وَالْبَاطِلِ، وَالْحَلَالِ
وَالْحَرَامِ، وَأَهْلِ السَّعَادَةِ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ
.

Pertama, Al-Furqan, yaitu ilmu dan petunjuk, yang
dengannya seseorang bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan
kebatilan, halal dan haram, orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang
sengsara (celaka).

الثَّانِي وَالثَّالِثُ: تَكْفِيرُ السَّيِّئَاتِ، وَمَغْفِرَةُ الذُّنُوبِ،
وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا دَاخِلٌ فِي الْآخَرِ عِنْدَ الْإِطْلَاقِ وَعِنْدَ
الِاجْتِمَاعِ يُفَسَّرُ تَكْفِيرُ السَّيِّئَاتِ بِالذُّنُوبِ الصَّغَائِرِ،
وَمَغْفِرَةُ الذُّنُوبِ بِتَكْفِيرِ الْكَبَائِرِ
.

Yang kedua dan ketiga adalah dihapuskannya
kesalahan-kesalahan, dan diampuninya dosa-dosa. Masing-masing dari keduanya
saling terkait secara ithlaq (sendiri-sendiri) maupun secara ijtima’
(kolektif). Dihapuskannya kesalahan-kesalahan ditafsirkan dengan dosa-dosa
kecil, sedang diampuninya dosa-dosa ditafsirkan dengan dosa-dosa besar.

الرَّابِعُ: الْأَجْرُ الْعَظِيمُ وَالثَّوَابُ الْجَزِيلُ لِمَنِ اتَّقَاهُ
وَآثَرَ رِضَاهُ عَلَى هَوَى نَفْسِهِ. وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Yang terakhir, yang keempat, balasan yang besar, dan
pahala yang berlimpah bagi orang-orang yang bertakwa, yang lebih mengutamakan
ridha Allah di atas hawa nafsunya. Dan milik Allahlah karunia yang besar.

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok
Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)