Sekelompok anggota Banser membakar bendera tauhid bertuliskan لا اله الا الله محمد رسول الله





Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya tentang orang yang menghina agama Islam di internet, seperti
di Youtube atau yang lainnya? Apakah mereka dihukumi sama dengan orang yang
berperang melawan orang Islam dan agama Islam secara fisik? Atau bahkan lebih
parah dari itu?
Jawaban oleh Pusat Fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah Qatar, Diketuai oleh
Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji hanya milik Allah , Rab
semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah (sesembahan) yang hak (benar dan
pantas) untuk diibadahi selain Allah
dan
bahwa Nabi Muhammad
adalah hamba dan
utusanNya.
Jika orang yang menghina (agama Islam) tadi adalah non-muslim, maka hal
itu tidak mengagetkan. Allah

telah menjelaskan kepada kita di dalam Kitab-Nya tentang kejahatan mereka
terhadap agama Islam, juga makar dan rencana jahat mereka terhadap Islam.

Tretan dan Coki Parded

Jika orang yang menghina (agama Islam) tadi adalah muslim, maka tidak
diragukan lagi bahwa hukumnya haram (dilarang) untuk menghina atau mencela
agama ini ataupun ritus-ritus peribadatannya. Orang yang melakukan hal tersebut
adalah kafir tanpa ada perbedaan pendapat, apakah penghinaan itu
dilakukan di internet atau yang lainnya.
Menghina agama Islam, juga menistakannya, jelas-jelas merupakan satu
dari sekian bentuk perang melawan Islam. Dengan cara seperti inilah kaum
munafik memerangi agama Allah.
Sudah banyak diketahui bahwa munafik adalah musuh yang paling berbahaya.
Di dalam Adwa’ul
Bayaan
disebutkan:
لِأَنَّ الْمُسْلِمِينَ
يَظُنُّونَهُمْ إِخْوَانًا وَهُمْ أَعْدَاءٌ ، وَشَرُّ الْأَعْدَاءِ مَنْ تَظُنُّ
أَنَّهُ صَدِيقٌ وَلِذَا حَذَّرَ اللَّهُ نَبِيَهُ مِنْهُمْ بِقَوْلِهِ : هُمُ
الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ [ 63 4
[
“Karena kaum
muslimin menyangka bahwa mereka adalah saudara, padahal mereka adalah musuh.
Seburuk-buruk musuh adalah dia yang kamu kira bahwa dirinya adalah teman.
Itulah mengapa Allah meminta NabiNya untuk waspada terhadap mereka di dalam
firman-Nya yang artinya:
“Mereka
itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka,” (QS
Al-Munafiqun: 4).
Dalil bahwa kaum
munafik adalah lebih buruk daripada non-muslim adalah bahwa Allah akan
menjadikan mereka penghuni kerak neraka, sebagaimana disebutkan di dalam
firman-Nya:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي
الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
“Sesungguhnya
orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari
neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi
mereka,” (QS An-Nisa: 145).
Disebutkan di
dalam kitab Tafsir At-Tahrir wa Tanwir:
وَإِنَّمَا كَانَ
الْمُنَافِقُونَ فِي الدَّرَكِ الْأَسْفَلِ ، أَيْ فِي أَذَلِّ مَنَازِلِ
الْعَذَابِ ، لِأَنَّ كُفْرَهُمْ أَسْوَأُ الْكُفْرِ
“Orang-orang
munafik berada di tingkat terbawah (neraka), yaitu di tingkat azab yang paling hina,
karena kekufuran mereka adalah kekufuran yang paling parah.”
Wallahualam bish
shawwab
Fatwa No: 385480
Tanggal: 18 Oktober 2018 (8 Safar 1440)
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran
At-Taqwa Sukoharjo)