Oleh
Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi

Orang yang
sedang sholat diperbolehkan melakukan beberapa hal, di antaranya:
1. Sedikit
bergerak, seperti membetulkan surban
Berdasarkan
riwayat shahih yang menyebutkan bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melakukannya.
2. Berdehem
ketika dalam keadaan terpaksa (darurat)
3.
Membetulkan orang yang berada dalam shaf
Hal ini bisa
dilakukan dengan menariknya ke depan atau ke belakang, atau memutar makmum dari
sebelah kiri ke sebelah kanan. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi
Wasallam memutar Ibnu Abbas dari sebelah kiri beliau ke sebelah kanannya ketika
Ibnu Abbas berdiri ikut shalat di samping beliau pada suatu malam, (HR
Al-Bukhari: 183
).
4. Menguap
dan meletakkan tangan pada mulut
5. Menegur
imam dan mengucapkan tasbih jika imam lupa
Nabi
Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
من نابه شيء في صلاته فليقل سبحان الله
“Barangsiapa
ditimpa sesuatu dalam sholat (berjamaah), maka hendaklah dia mengucapkan,
Subhanallah
,” (HR
Al-Bukhari: 1/175, 2/84, 89, dan An-Nasai: 7, kitab Al-Imaamah
).
6.
Menghalau orang yang melintas di depannya
Berdasarkan
sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
اذا صلى أحدكم الى شيء يستره من الناس, فأراد
أحد أن يجتاز بين يديه قليدفعه, فان أبى قليقاتله, فانما هو شيطان
Apabila
salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang membatasinya dari orang
banyak, maka apabila ada seseorang yang hendak melintas di depannya, hendaklah
dia menolaknya, adapun jika orang itu tetap melintasinya, maka hendaklah dia
memeranginya karena sebenarnya dia adalah setan
,” (HR Al-Bukhari: 1/136,
kitab Ash-Shalaat
).
7. Membunuh
ular dan kalajengkin
g,
jika binatang itu mendekati dan membahayakan ketika sedang menunaikan shalat.
Nabi
Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
اقتلوا الأسودين في الصلاة الحية والعقرب
Bunuhlah
aswadain (dua yang berwarna hitam) ketika shalat; yaitu ular dan kalajengking
,”
(HR Abu Daud: 921, dan Al-Hakim: 4/270).
8.
Menggaruk badan dengan tangan
karena hal ini termasuk gerakan ringan yang dapat dimaklumi
9.
Mengisyaratkan dengan telapak tangan
kepada orang yang mengucapkan salam berdasarkan perbuatan Nabi Shalallahu ‘Alaihi
Wasallam, (HR At-Tirmidzi: 368).