Pembaca situs mukminun.com yang semoga dirahmati Allah, kita lanjutkan pelajaran fiqih Minhajul Muslim oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi yang kali ini sudah sampai pada bab Fiqih Salat Sunah Fajar. Teruskan membaca. Jika berat untuk membaca, silakan tonton videonya:

Hukum Salat Sunnah Fajar

Salat sunnah sebelum subuh hukumnya sunah muakkadah (sangat ditekankan) seperti halnya salat witir. Karena salat sunnah sebelum subuh itu adalah permulaan salat seorang muslim pada pagi hari sedangkan salat witir adalah penutup rangkaian salat seorang muslim di malam hari.

Rasulullah ﷺ menekankan salat sunah Fajar dengan perbuatan beliau sendiri. Beliau senantiasa menjaga dan tidak pernah meninggalkannya. Beliau menganjurkan salat sunah fajar dengan bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua rekaat salat sunah sebelum subuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya, (HR Muslim: 14).

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لا تَدَعُوا رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ وَإِنْ طَرَدَتْكُمُ الْخَيْلُ

Janganlah kalian meninggalkan dua rakaat sebelum subuh meskipun kalian diusir atau diserang oleh kuda, (HR At Tabrani: 12/408).

Waktu Salat Sunah Fajar

Waktu salat sunah fajar adalah:

1) antara terbit fajar dan sholat subuh, namun,

2) bagi orang yang tertidur sampai matahari terbit atau Lupa, maka dianjurkan untuk melakukan salat sunah fajar ketika telah mengingatnya.

Kecuali apabila telah memasuki waktu zawal atau matahari tergelincir ke arah barat atau waktu Zuhur maka salat sunah sebelum subuh gugur hukumnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَلْيُصَلِّهِمَا

Barang siapa yang belum mengerjakan dua rakaat sunnah sebelum subuh sampai matahari terbit maka hendaklah dia tetap mengerjakannya, (HR Al Baihaqi dalam as Sunan al-kubra: 2/484 dan sanadnya bagus).

Nabi ﷺ juga pernah satu kali tertidur bersama para sahabat beliau dalam suatu peperangan dan mereka tidak bangun sampai matahari terbit lalu mereka berpindah sedikit dari tempat mereka titik kemudian, Rasul ﷺ menyuruh Bilal mengumandangkan azan lalu Beliau salat dua rakaat sebelum salat subuh kemudian iqomat lalu melakukan salat subuh, (HR Ahmad: 1/259 dan Al Baihaqi dalam as Sunan al-kubra: 1/404).

Tata Cara Salat Sunnah Fajar

Salat sunnah sebelum subuh itu dilakukan dengan mengerjakan dua rekaat yang ringan, membaca surat al-kafirun dan al-ikhlas setelah al-fatihah dengan bacaan pelan. Adapun jika hanya membaca surat al-fatihah saja maka itu hukumnya boleh.

Hal ini berdasarkan perkataan ibunda Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah ﷺ senantiasa mengerjakan salat dua rakaat sebelum subuh lalu beliau meringankannya atau mempercepat, sampai aku benar-benar ragu apakah beliau membaca al-fatihah atau tidak, (HR Ahmad: 6/186 jam dan Ibnu Majah: 1144 ).

Di hadis yang lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat pada dua rakaat salat sunnah sebelum subuh yaitu surat al-kafirun dan surat al-ikhlas dan beliau membacanya dengan suara pelan, (Hadits Riwayat Muslim: 69).

Demikian pelajaran fiqih kita hari ini dari kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi Rahimahullah. Silakan disebar dengan tetap mencantumkan tautan ke situs ini. Semoga Allah memberkahi para pembaca, Aamiin.