Pembaca situs mukminun.com yang semoga dirahmati Allah, materi fiqih islam minhajul muslim. Kali ini seputar salat witir, hukum shalat witir, sunnah sebelum shalat witir, waktunya, bacaan surah dalam shalat witir, dan lain sebagainya. Klik video di bawah ini untuk mendengar pembacaan artikel ini:

Hukum Shalat Witir

Salat witir adalah sunah yang sangat ditekankan atau sunnah muakadah. Tidak semestinya seorang muslim meninggalkan salat witir apa pun keadaannya. Salat witir adalah shalat yang dikerjakan seorang muslim sebagai penutup shalat malam yang dikerjakan setelah salat Isya. Salat witir berjumlah satu rekaat, sehingga disebut dengan salat witir atau salat yang ganjil.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Shalat malam itu dua rekaat dua rekaat. Maka jika salah seorang dari kalian khawatir bangunnya pas azan subuh, mala lakukan salat witir satu rekaat yang akan mengganjilkan salat sunah yang telah dia kerjakan,” (Riwayat Imam Bukhar: 990 dan Imam Muslim: 749).

Sunnah sebelum Shalat Witir

Sunnah sebelum shalat witir adalah mengerjakan shalat dua rekaat atau lebih, hingga 10 rekaat. Setelah itu, ditutup dengan salat witir satu rekaat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Nabi ﷺ dalam riwayat yang sahih.

Waktu Sholat Witir

Waktu sholat witir dimulai setelah shalat isya, sampai menjelang azan subuh. Sholat witir yang dikerjakan di akhir malam adalah lebih utama daripada sholat witir yang dikerjakan di awal malam, kecuali bagi yang khawatir tidak akan bangun. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi ﷺ:

مَنْ ظَنَّ مِنْكُمْ أَنْ لَا يَسْتَيْقِظَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ ظَنَّ مِنْكُمْ أَنَّهُ يَسْتَيْقِظُ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَهُ فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَحْضُورَةٌ وَهِيَ أَفْضَلُ

“Siapa saja yang mengira bahwa dirinya tidak bisa bangun tidur di akhir malam, hendaknya dia melakukan sholat witir di awal malam. Dan siapa saja yang mengira bahwa dirinya bisa bangun di akhir malam, hendaknya dia salat di akhir malam. Sungguh, salat di akhir malam adalah salat yang disaksikan/dihadiri oleh para malaikat dan lebih utama,” (Riwayat Imam Ahmad: 14207. Al-Arnauth: Hadisnya Sahih, Sanadnya Daif).

BACA:
Batas terakhir waktu shalat isya

Sholat Witir kalau Baru Bangun setelah Azan Subuh

Apabila seorang muslim tertidur dari sholat witir dan tidak bangun sampai pagi, maka dia mengqadha atau menggantinya sebelum melakukan salat subuh. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi ﷺ:

إذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ وَلَمْ يُوتِرْ فَلِيُوتِرْ

“Jika salah seorang dari kalian bangun pagi dan belum shalat witir, maka hendaknya dia melakukan salat witir,” (Riwayat Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Juga di hadis yang lain Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَامَ عَنْ وِتْرِهِ أَوْ نَسِيَهُ فَلْيُصَلِّهِ إذَا ذَكَرَهُ

“Siapa saja yang tertidur dan terlewat darinya waktu witir atau salat witir, atau lupa untuk mengerjakan salat witr, hendaknya dia melakukannya jika sudah bangun/ingat,” (Riwayat Imam Abu Dawud).

Bacaan Surah dalam Shalat Witir 3 Rekaat

Disunnahkan membaca Surat Al-A’la dan Surat Al-Kafirun pada dua rekaat sebelumnya (sebelum salat witir). Lalu di satu rekaat shalat witir membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas setelah Al-Fatihah. Ini berdasar hadis sahih riwayat Abu Dawud dan An-Nasai.

BACA:
Keutamaan Al-Muawidzatain (Al-Falaq dan An-Nas)
Tafsir Surat Al-Ikhlas

Salat Witir Berulang-ulang

Makruh (tidak disukai) hukumnya mengulang shalat witir dalam satu malam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

لا وترانِ في ليلةٍ

“Tidak ada dua witir dalam satu malam,” (Riwayat Imam Abu Dawud: 1439).

Demikian pelajaran kita kali ini tentang fiqih salat witir yang kita ambil dari kitab Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, Minhajul Muslim. Semoga bermanfaat. Silakan disebar, diamalkan, dan semoga bisa istikamah melakukan salat witir. Baarakallahu fiikum