Oleh Syekh Abdullah Azzam Rahimahullah

Di antara hikmah, nikmat, serta rahmat Allah adalah bahwa sesungguhnya
Dia memberi pahala kepada manusia berdasarkan apa yang mereka niatkan dalam
perasaan mereka yang tersembunyi. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada
manusia berdasarkan rahasia yang ada di balik dada mereka serta niat yang mereka
hadapkan kepadaNya. Maha Suci Rabbku! Sesungguhnya balasan itu berdasarkan
jenis perubuatan, demikianlah yang diajarkan Sunnah dan Quran kepada kita
sebelumnya.
فَٱذۡكُرُونِيٓ
أَذۡكُرۡكُمۡ
١٥٢
“Karena itu, ingatlah
kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,” (QS Al-Baqarah: 152).
وَلَا
تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡۚ
…. ١٩
“Dan janganlah kamu
seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa
kepada mereka sendiri,” (QS Al-Hasyr: 19).
وَمَكَرُواْ
وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ ٥٤
“Orang-orang kafir
itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah
sebaik-baik pembalas tipu daya,” (QS Ali-Imran: 54).
فَٱنظُرۡ
كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكۡرِهِمۡ أَنَّا دَمَّرۡنَٰهُمۡ وَقَوۡمَهُمۡ
أَجۡمَعِينَ ٥١ فَتِلۡكَ بُيُوتُهُمۡ خَاوِيَةَۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْۚ إِنَّ فِي
ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٥٢
“Maka perhatikanlah
betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan
mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan
runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu
(terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui,” (QS An-Naml: 51-52).
Pernah seseorang berkata kepada Ibnu Abbas
Radhiyallahuanhu, “Kami dapati di dalam Taurat bahwa barang siapa menggali
lubang untuk saudaranya, maka Allah akan menjerumuskan dia ke dalamnya.”
Ibnu Abbas radhiyallahuanhu berkata, “Hal itu
juga ada di dalam Quran:”
وَلَا
يَحِيقُ ٱلۡمَكۡرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهۡلِهِۦۚ ٤٣
“Rencana yang jahat
itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri,” (QS Fatir:
43).
Kezaliman yang dilakukan seseorang akan berakibat
kepada pelakunya sendiri. Allah

berfirman:
وَمَا
ظَلَمۡنَٰهُمۡ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ١١٨
“dan Kami tiada
menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri,”
(QS An-Nahl: 118).
Rencana jahat yang dilakukan seseorang akan
berakibat kepada pelakunya sendiri.
فَٱنظُرۡ
كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكۡرِهِمۡ أَنَّا دَمَّرۡنَٰهُمۡ وَقَوۡمَهُمۡ
أَجۡمَعِينَ ٥١
“Maka perhatikanlah
betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan
mereka dan kaum mereka semuanya,” (QS An-Naml: 51).
Demikian juga dengan tipu daya. Allah akan membuat
rencana untuk membalas tipu daya mereka. Janganlah kamu merasa bahwa rahasia
hatimu yang tersembunyi dengan rapat, tersembunyi dari Yang Maha Mengetahui
segala perkara yang gaib, Yang Menciptakan hati manusia dan ditanganNya
kunci-kunci hati tersebut berada.
Wahai saudaraku! Janganlah kamu menyembunyikan
rahasia yang tidak diridai Allah
.
Janganlah kamu meniatkan sesuatu yang tidak diterima oleh
. Berhati-hatilah kamu!
Waspadalah kamu!
إِنَّمَا
الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ
إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ
هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى
مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya
mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang
hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka
hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim)
Saya katakan, “Sungguh, hatiku bergetar dengan
jawaban salah seorang ikhwan ketika aku berkata kepadanya, ‘Tidakkah engkau
ingin menikah dengan wanita negeri ini?’ Maka dia menjawab, ‘Aku tidak akan
menikah (dengan wanita negeri ini) sehingga hijrahku tidak bercampur dengan
urusan duniawi.”