Foto: temveoraigwebid



Oleh Syeikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy

Haji adalah ibadah
yang diwajibkan Allah
kepada setiap muslim dan muslimah yang mampu melaksanakannya. Hal ini
sebagaimana firman Allah :
…. وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ
إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ
….. ٩٧
“…mengerjakan
haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah
…” (QS
Ali-Imran: 97).
Rasulullah bersabda:
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ
شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ
وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun atas lima dasar:
Yaitu persaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah,
bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat,
berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadlan,”
(HR
Bukhari, Muslim)
.
Ibadah haji diwajibkan sekali dalam
seumur hidup, berdasarkan sabda Rasulullah :
الْحَجُّ مَرَّةٌ فَمَنْ زَادَ فَهُوَ
تَطَوُّعٌ
“Haji itu hanya sekali,
barangsiapa yang menambah, maka itu adalah tathawwu’ (amalan sunnah),” (HR
Ahmad).
Akan tetapi dianjurkan
melakukannya setiap lima tahun sekali, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah
hadis qudsi:
إن عبدا صححت له جسمه, ووسعت عليه في المعيشة يمضي عليه خمسة
أعوام لا يفد إلي لمحروم
Sesungguhnya seorang hamba
telah Aku berikan sehat bagi tubuhnya, dan telah Aku luaskan baginya rezekinya
selama lima tahun, tidaklah dia membalasnya padaKu dalam keadaan berihram
,”
(HR Ibnu Hibban: 3703, Sahih).
Adapun Umrah adalah sunah
wajibah (sunah yang wajib untuk diamalkan bagi yang mempunyai kemampuan atasnya
–pendapat Imam Malik, Imam Asy-Syafii, dan Imam Ahmad). Hal ini didasarkan pada
firman Allah
:
وَأَتِمُّواْ ٱلۡحَجَّ وَٱلۡعُمۡرَةَ لِلَّهِۚ ١٩٦
Dan
sempurnakanlah ibadah haji dan ´umrah karena Allah,” (QS Al-Baqarah: 196)
Juga
sabda Rasulullah
:
حج عن أبيك و اعتمر
“Berhajilah
untuk ayahmu dan umrahlah kamu,” (HR Tirmizi: 930. At-Tirmizi: Hasan Sahih.
Al-Albani: Sahih).
Sabda Nabi
tersebut adalah jawaban atas seseorang yang bertanya kepada
beliau, “Sesungguhnya ayahku sudah sangat tua, sehingga dia tidak bisa
menunaikan ibadah haji dan umrah, dan dia tidak bisa berpindah dari suatu
tempat ke tempat lainnya.”

Wallahu’alam
bish shawwab
.