Bolehkah menyebut orang meninggal dunia dengan almarhum? Ya, ulama berbeda pendapat. Ada Syekh Ibnu Utsaimin yang melarang, tetapi silakan baca Fatwa Syekh Abdullah al-Faqih berikut sebagai pengimbang. Semoga bermanfaat.

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Apakah boleh menyebut orang yang sudah wafat dengan Almarhum? Jazaakallahu khair.
Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqiti
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
Tentang menyebut orang yang meninggal dunia dengan Almarhum (Allah telah memberinya rahmat), maka kata tersebut telah umum tersebar di antara manusia.
Jadi, kalau yang dimaksud adalah memberi kabar bahwa orang yang meninggal itu telah mendapat rahmat Allah, maka menyampaikan informasi tentang perkara gaib adalah tidak boleh, kecuali kalau ada bukti nyata, padahal tidak ada bukti sama sekali dalam hal ini, maka sekali lagi kami sampaikan bahwa hal itu tidak boleh.
Akan tetapi, kalau yang dimaksud dengan perkataan Almarhum adalah meminta (berdoa) kepada Allah agar memberi rahmat kepada orang yang meninggal itu, maka hal itu hukumnya boleh.
Meski demikian, lebih baik menggunakan Rahimahullah (Semoga Allah memberinya rahmat) atau Semoga Allah mengampuninya, dan yang semisalnya.
Wallahualam bish shawwab.
Fatwa: 184371
Tanggal: 12 Ramadan 1433 (30 Juli 2012)
Sumber: IslamWeb.Net
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an At-Taqwa Sukoharjo)
Oke, sekarang bagaimana kesimpulan Anda? Bolehkah menyebut orang yang sudah meninggal dunia dengan almarhum? Baarakallahu fiikum