Pertanyaan: Bagaimana hukum orang Islam tidak percaya terhadap hari akhir dan hari kebangkitan? Apakah dia kafir atau bagaimana? Bagaimana bergaul dengan orang seperti ini

Berikut kami nukilkan jawaban dari tiga ulama terpercaya di dunia, bukan jawaban sembarangan seperti di Brainly.

Syaikh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti

Iman kepada hari akhir adalah urusan yang tidak bisa dipisahkan dengan urusan iman kepada Allah. Oleh karenanya, siapa saja yang tidak beriman atau percaya kepada hari akhir, dia tidak beriman kepada Allah.

Hubungan antara iman kepada Allah dengan iman kepada hari akhir disebutkan di banyak tempat di dalam Quran dan Sunah.

Allah ta’ala berfirman Quran Surat An Nisa 38:

وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَا بِاليَوْمِ الآَخِرِ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Surat An Nisa 38 latin: wallażīna yunfiqụna amwālahum ri`ā`an-nāsi wa lā yu`minụna billāhi wa lā bil-yaumil-ākhir, wa may yakunisy-syaiṭānu lahụ qarīnan fa sā`a qarīnā

Arti Surat An Nisa 38: Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena ria dan kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat, (Quran Surat An Nisa 38).

Allah ta’ala juga berfirman di Quran Surat Al Baqarah 177:

وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

Surat Al Baqarah 177 Latin: wa lākinnal-birra man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wal-malā`ikati wal-kitābi wan-nabiyyīn,

Arti Surat Al Baqarah 177: tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, (Quran Surat Al Baqarah 177).

Juga di dalam firmannya di Surat At Taubah 29:

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَا بِاليَوْمِ الآَخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

Surat At Taubah 29 Latin: qātilullażīna lā yu`minụna billāhi wa lā bil-yaumil-ākhiri wa lā yuḥarrimụna mā ḥarramallāhu wa rasụluhụ wa lā yadīnụna dīnal-ḥaqqi minallażīna ụtul-kitāba ḥattā yu’ṭul-jizyata ‘ay yadiw wa hum ṣāgirụn

Arti Surat At Taubah 29: Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk, (Quran Surat At Taubah 29).

Juga di dalam Sahih Muslim dari Umar bin Khattab Radhiyallahuanhu di dalam hadis tentang rukun iman yang terkenal itu, bahwa Jibril bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

فأخبرني عن الإيمان

“Maka kabarkan kepadaku tentang iman?”

Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk,” (Sahih Muslim: 8).

Tentang bergaul dengan orang yang tidak percaya kepada hari akhir, ini seperti bergaul dengan orang kafir pada umumnya.

Ajak dia masuk Islam. Minta dia untuk bertaubat dari apa-apa yang sekarang dia di dalamnya, yaitu syirik. Kalau sudah didakwahi, tetapi tidak merespons dakwah Anda, wajib bagi Anda untuk menjauh darinya. Ini agar agama Anda tidak ikut-ikutan rusak.

Wallahu’alam bish shawwab.

Fatwa No: 80351

Tanggal: 5 Muharam 1428 (23 Januari 2007).

Syaikh bin Baaz Rahimahullah

Tentang hukum umat Islam yang tidak percaya terhadap hari akhir, Syaikh bin Baz Rahimahullah berkata:

من شك في الآخرة، شك هل هناك جنة أو لا، أو هل هناك نار أو لا، أو هل هناك بعث أو لا، وهل يبعث الله الموتى، فليس عنده إيمان ويقين، فهذا كافر حتى يؤمن بالبعث والنشور، وبالجنة والنار، وأن الله أعد الجنة للمتقين، وأعد النار للكافرين، فلا بد من الإيمان بهذا بإجماع المسلمين

“Siapa saja yang ragu tentang akhirat. Ragu apakah surga itu ada atau tidak. Atau ragu apakah neraka itu ada atau tidak. Ragu apakah hari kebangkitan itu ada atau tidak. Ragu apakah Allah membangkitkan orang-orang yang sudah mati. Maka orang seperti ini tidak memiliki imah. Dia kafir sampai dia percaya (beriman) dengan hari kebangkitan, beriman dengan surga dan neraka, bahwa Allah sudah menyiapkan surga untuk orang-orang yang beriman, serta menyiapkan neraka untuk orang-orang yang kafir. Tidak diragukan lagi bahwa iman kepada hal ini (percaya kepada hari akhir) adalah kesepakatan umat Islam,” (Majmu Fatawa Ibnu Baz: 28/231).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid hafizahullah

Tentang hukum umat Islam yang tidak percaya terhadap hari akhir, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid hafizahullah berkata:

الإيمان باليوم الآخر وما يتبعه من الإيمان بالجنة والنار أحد أركان الإيمان الستة التي من كفر بركن منها فهو كافر بالله مخلد في النار لا ينفعه عمل وليس له يوم القيامة شفيع يطاع .

“Iman kepada hari akhir, juga apa-apa yang menyertainya, mulai dari percaya adanya surga dan neraka, ini adalah satu dari enam rukun iman. Siapa saja yang kufur (tidak percaya) pada salah satu rukunnya saja, maka dia telah kufur kepada Allah. (Jika dia mati dalam keadaan belum bertaubat), dia kekal di dalam neraka. Amal kebaikannya tidak berguna baginya (di neraka). Di hari kiamat, dia tidak ada yang bisa menolong (memberinya syafaat),” (Fatwa As-Su’al wal Jawab: 198330).

Wallahu’alam bish shawwab.

Demikian jawaban tentang hukum umat Islam yang tidak percaya terhadap hari akhir dari tiga ulama terpercaya, bukan jawaban yang sembarangan dan ngawur seperti di jawaban yang umum ditemukan di Brainly.

Wallahu’alam bish shawwab