Setiap manusia pasti ingin kemudahan. Itulah mengapa sunnah mengajarkan berbagai doa agar dimudahkan segala urusan. Syekh Abdullah Al-Faqih pernah ditanya tentang doa-doa di masa sulit atau ketika menghadapi ujian. Berikut jawaban beliau:[i]

فليس هناك دعاء مخصص بالنسبة للامتحان، ولكن ما دام الطالب في هذه الحالة محتاجاً إلى التوفيق والتيسير فعليه أن يتخير الأدعية المناسبة لذلك، ومن هذه الأدعية:

Di sini tidak ada doa khusus yang dinisbatkan kepada ujian-ujian. Tetapi sejauh pencarian kami tentang hal ini, tentang memohon taufik dan kemudahan, seseorang bisa memilih doa-doa yang tepat untuk hal itu. Di antara doa tersebut yaitu:

  1. Doa Dimudahkan Segala Urusan Sesuai Sunnah #1

يا حيُّ يا قيُّومُ برحمتِكِ أستغيثُ ، أصلِحْ لِي شأنِي كلَّهُ ، ولا تكِلْنِي إلى نفسِي طرْفةَ عيْنٍ

Latin:

Yaa hayyu yaa qayyum, birahmatika astagits, ashlihlii sya’nii kullahu, wa laa takilnii ila nafasi tharfata ‘ain

Arti:

Ya Rabb yang Maha Hidup. Ya Rabb yang Maha Berdiri Sendiri dan tidak butuh atas segala sesuatu. Dengan rahmatMu ya Allah hamba meminta pertolongan. Perbaikilah (mudahkanlah) segala urusan hamba. Jangan diserahkan kepada hamba sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari Engkau selamanya, Ya Allah.

Sumber Hadis:

  • An-Nasai dalam Sunan Al-Kabir 10405
  • Al-Bazaar: 6368
  • Ibnu Sinni dalam Amal Yaumi wa Lailah: 48

Hadis Sahih

Faidah Doa:

Dalam fatwanya nomor 157047,[ii] Syekh Abdullah Al-Faqih menjelaskan:

ويقال هذا الدعاء عند الصباح والمساء، وعند الكرب والشدة. ولا حرج في الإتيان به في سائر الأوقات لأن العبد مفتقر إلى الله تعالى في كل وقت وحين مع التنبيه أن الدعاء به مستحب وليس بواجب .

Doa ini dibaca ketika pagi dan sore hari, juga ketika mengalami penderitaan dan kesusahan. Doa ini juga tidak apa-apa dibaca kapan saja karena memang hamba posisinya begitu fakir di hadapan Allah ta’ala di setiap waktu. Ingat, doa ini sunah, bukan wajib.

  1. Doa Dimudahkan Segala Urusan Sesuai Sunnah #2

اللَّهمَّ لا سَهْلَ إلَّا ما جعَلْتَه سَهلًا وأنتَ تجعَلُ الحَزْنَ سَهلًا إذا شِئْتَ سَهْلًا

Latin:

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlan, wa anta taj’alu hazna sahlan idza syi’ta sahla

Terjemah:

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang dimudahkan oleh Engkau ya Allah. Engkau yang menjadikan kesedikan (kesulitan), jika Engkau menghendaki pasti akan menjadi mudah.

Sumber Hadis:

  • Ibnu Hibban: 974
  • Abu Na’im dalam Tarikh Ashbahani: 2/276
  • Al-Baihaqi dalam Ad-Da’waatu Al-Kabiir: 266

Hadis Sahih

Faidah Doa:

Tersebut di Ensiklopedia Hadis Durar Saniyah:[iii]

الدُّعاءُ أصْلُ العِبادَةِ، وفيه تقرُّبٌ وتوَدُّدٌ إلى اللهِ سُبْحانهُ وتَعالى، والمُؤْمِنُ الحقَّ يَلْجأُ إليه سُبْحانهُ في كُلِّ أُمورِهِ ويَطْلُبُها منه؛ فهو القادِرُ وخَزائِنُه مَمْلوءةٌ.

Doa adalah pokok ibadah. Di dalam doa ini ada upaya mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Mukmin yang sejati akan meminta pertolongan kepada, dan mencari pertolongan itu dari, Allah di segala urusan. Ingat, Allah adalah Al-Qadir (Maha Kuasa) dan perbendaharaan Allah sangatlah penuh.

  1. Doa Dimudahkan Segala Urusan Sesuai Sunnah #3

Doa ketiga yang diajarkan oleh Syekh Abdullah Al-Faqih adalah:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي

Latin:

Allahummah dinii wa saddidnii

Terjemahan:

Ya Allah, berikan hamba hidayah dan berilah hamba kebenaran.

Sumber Hadis:

  • Sahih Muslim: 2725
  • Sunan Abu Dawud: 4225

Hadis Sahih

Faidah Doa:

Menjelaskan hadis ini, Syekh Abdullah Al-Faqih mengutip perkataan Imam Nawawi Rahimahullah:[iv]

والهداية هي الرشاد في الأمر، والسداد هو الاستقامة والقصد في جميع الأمور

Hidayah di sini adalah pengajaran, petunjuk, dan bimbingan dalam segala urusan. As-Saddad yaitu meminta istikamah dan pertengahan dalam segala urusan.

Ya, Anda ingin kemudahan? Inilah 3 Doa agar Dimudahkan Segala Urusan Sesuai Sunnah. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum

Penulis: Irfan Nugroho (Staf pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

[i] Fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah Nomor: 18172

[ii] Fatwa Asy-Syabakah Al-Islamiyah Nomor 157047

[iii] Syarah Hadis Allahumma Laa Sahla… Dorar Saniyah: 92605

[iv] Allahummah Dini Wa Saddidni. Situs Asy-Syabakah Al-Islamiyah tanggal 19 Juni 2012, diakses pada 16 Mei 2020 pukul 14:27 WIB.