Oleh Irfan Nugroho
Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis tentang menggoda orang yang berpuasa bahwa Allah ta’ala berfirman:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي
Allah ta’ala berfirman, “Semua amal anak Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa, karena itu untukKu.”
وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Dan Aku yang akan memberinya pahala.
وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ
Sesungguhnya puasa adalah tameng.
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ
maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum
فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
Maka janganlah dia berkata-kata kotor dan bertengkar.
إِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
Jika ada orang lain yang menghina atau mengajaknya berkelahi, maka hendaknya dia mengatakan, ‘Aku sedang berpuasa.”

KETERANGAN HADIS:

Hadis ini diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, dan hadis ini terdapat di dalam kitab Sahih Bukhari nomor 1904, Sahih Muslim nomor 1151, dan kalau di kitab Riyadhus Shalihin, hadis ini nomor: 1223.

PENJELASAN:

Imam Bukhari rahimahullah memberi judul hadis ini dengan, “Apakah seseorang berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang puasa,’ ketika dicaci maki.”
Dan bagian dari hadis di atas yang memiliki korelasi dengan judul yang dibuat Imam Bukhari adalah:
إِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
Jika ada orang lain yang menghina atau mengajaknya berkelahi, maka hendaknya dia mengatakan, ‘Aku sedang berpuasa.”
Maka jika hari ini banyak netizen yang mencari di Google, ‘Hadis tentang menggoda orang yang berpuasa,’ maka yang dimaksud adalah hadis ini.
Tertulis di dalam Ensiklopedia Hadis terbitan Yayasan Dorar Saniyah:
إنْ تهيَّأَ أحدٌ لمُشاتَمتِه أو مُقاتَلتِه، فلْيَقُلْ له بلسانه: إنِّي امرؤٌ صائم؛ لِيَكُفَّ خَصمُه عنه، أو بقلبِه؛ ليكُفَّ هو عن خَصمِه،
Jika seseorang bersiap-siap untuk mencaci maki atau mengajak berantem, maka katakan kepadanya dengan lisan,[1] ‘Sungguh aku adalah orang yang sedang berpuasa’ (atau yang semisal, boleh). Dengan begitu semoga musuh akan menahan dirinya. Atau bisa juga dengan hati, sehingga Anda akan menahan diri Anda ketika digoda.[2]
Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah ketika menjelaskan hadis ini mengatakan:
“Maksudnya tidak boleh mengucapkan perkataan yang dapat membuatnya berdosa, dan jangan pula marah-marah sampai berteriak-teriak. Akan tetapi, bersikaplah dengan tenang.”
“Jika ada orang lain mencela atau memaki, maka jangan dibalas. Ucapkan kepadanya, ‘Saya sedang puasa.’ Dari kalimat itu, seolah-olah Anda berkata kepadanya, ‘Bukannya aku tidak sanggup membalas ucapanmu, tetapi aku sedang berpuasa. Aku tidak boleh membalas makianmu.”
“Demikian juga, ketika dia mengatakan, ‘Aku sedang berpuasa,’ berarti dia menahan dirinya untuk tidak membalas celaan darimu. Seolah-olah dia mengatakan, ‘Saya ini sedang berpuasa, maka saya tidak boleh membalas celaan darimu.’”[3]
Wallahu’alam bish shawwab.

[1] Seperti yang disimpulkan oleh ImamAn-Nawawi dalam Al-Adzkar

[2] https://dorar.net/hadith/sharh/1608
[3] Syarah Riyadhus Shalihin