QS Asy Syu’ara 88-89 Arab, Latin, dan Arti

Allah ta’ala berfirman di Surat Asy Syu’ara 88-89:

{يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)} [الشعراء : 88-89]

Latin: Yauma lā yanfa’u māluw wa lā banụn. Illā man atallāha biqalbin salīm

Arti: (88)   (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, ( 89 ) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS Asy Syu’ara 88-89)

TAFSIR AL-MUYASSAR

Tertulis di dalam kitab tafsir Al-Muyassae tentang QS Asy Syu’ara 88-89 ini:

ولا تُلْحق بي الذل، يوم يخرج الناس من القبور للحساب والجزاء، يوم لا ينفع المال والبنون أحدًا من العباد، إلا مَن أتى اللّه بقلب سليم من الكفر والنفاق والرذيلة.

Hari di mana manusia dikeluarkan dari kubur untuk perhitungan (hisab) dan pembalasan. Hari yang tidak lagi berguna harta dan anak-anak bagi seorang pun dari para hamba. Kecuali siapa saja yang menghadap Allah dengan hati yang salim, yaitu hati yang selamat dari kekafiran, sifat munafik, dan perbuatan jahat.

TAFSIR JALALAIN

Imam Jalaludin As Suyuthi Rahimahullah di dalam kitabnya Tafsir JALALAIN menulis tentang Surat Asy Syu’ara 88-89:

Yang pada hari itu Allah berfirman, (“Di hari ini harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna) bagi seorang pun. (Kecuali) lain halnya dengan (orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”) dari syirik dan munafik, yang dimaksud adalah hati orang Mukmin, maka sesungguhnya imannya itu dapat memberi manfaat kepada dirinya.

TAFSIR IBNU KATSIR

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah, ketika menafsirkan Surat Asy Syu’ara 88-89, khususnya tentang Qalbun Salim, beliau menulis demikian:

قال محمد بن سيرين : القلب السليم أن يعلم أن الله حق ، وأن الساعة آتية لا ريب فيها ، وأن الله يبعث من في القبور .

Qalbun Salim adalah mengilmui bahwa Allah itu benar (haq), dan bahwa As-Saa’ah (hari kiamat) pasti akanlah datang, dan bahwa Allah akan membangkitkan siapa saja yang ada di dalam kubur.

Imam Ibnu Katsir juga mengutip penafsiran Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu tentang Qalbun Salim, yaitu:

 حيي يشهد أن لا إله إلا الله

Hati yang hidup, yang bersaksi bahwa tiada Illah (sesembahan yang hak untuk disembah) selain Allah.

Beliau juga mengutip perkataan Imam Mujahid tentang Qalbun Salim, yaitu hati yang bersih atau selamat dari syirik.

Lalu beliau mengutip perkataan Said bin Al-Musayyib:

القلب السليم : هو القلب الصحيح ، وهو قلب المؤمن; لأن قلب [ الكافر و ] المنافق مريض ، قال الله : (

Qalbun Salim adalah hati yang sahih, sehat, yaitu hatinya orang beriman, karena hati orang kafir dan munafik itu hati yang sakit. Allah ta’ala berfirman:

في قلوبهم مرض ) [ البقرة : 10 ]

Di hati-hati mereka ada penyakit, [QS Al Baqarah 10].

Lalu di akhir penjelasannya, Imam Ibnu Katsir mengutip perkataan Abu Ustman An-Naisaburi:

هو القلب الخالي من البدعة ، المطمئن إلى السنة

Qalbun Salim adalah hati yang selamat dari bid’ah, dan hati yang tenang dengan sunnah.

TAFSIR ABDURRAHMAN NASIR AS-SA’DI

Di dalam kitabnya Taisiril Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa’di Rahimahullah berkata:

فهذا الذي ينفعه عندك. وهذا الذي ينجو به من العقاب ويستحق جزيل الثواب

Inilah hati yang bermanfaat bagi seseorang di sisi Allah. Inilah hati yang dengannya seseorang bisa selamat dari siksa dan berhak memperoleh pahala.

Menurut beliau definisi atau pengertian Qalbun Salim adalah:

والقلب السليم معناه الذي سلم من الشرك والشك ومحبة الشر والإصرار على البدعة والذنوب

Hati yang bersih di sini maknanya hati yang selamat dari syirik dan keraguan, mencintai keburukan, dan terus-menerus di atas kebid’ahan dan dosa,

ويلزم من سلامته مما ذكر اتصافه بأضدادها من الإخلاص والعلم واليقين ومحبة الخير وتزيينه في قلبه وأن تكون إرادته ومحبته تابعة لمحبة الله وهواه تابعا لما جاء عن الله

Oleh karena itu hatinya ikhlas, mengilmui, yakin, mencintai kebaikan, dihiasilah hatinya dengan keinginan dan kecintaannya untuk mengikuti kecintaan Allah, niat dan amalnya karena mencari ridha-Nya, dan hawa nafsunya mengikuti yang datang dari Allah.

TAFSIR AL-QURTUBI

Imam Al-Qurtubi Rahimahullah, di dalam Al-Jami Li Ahkamil Quran, beliau menjelaskan pengertian Qalbun Salim di QS Asy Syu’ara 88-89 sebagai berikut:

  واختلف في القلب السليم فقيل من الشك والشرك ، فأما الذنوب فليس يسلم منها أحد

Ada perbedaan pendapat tentang Qalbun Salim. Dikatakan bahwa Qalbun Salim adalah hati yang selamat dari keraguan dan kesyirikan. Kalau selamat dari dosa, maka tidak ada satu orang pun (kecuali Nabi Muhammad SAW) yang selamat dari dosa.

Kemudian beliau mengutip penafsiran para salaf tentang Qalbun Salim, seperti yang sudah disebutkan di atas, seperti definisi dari Said Al-Musayyib, Abu Utsman, Imam Mujahid, dll. Lalu beliau menambahkan definisi Qalbun Salim dari Imam Hasan Al-Bashri yang berkata:

سليم من آفة المال والبنين .

Qalbun Salim adalah hati yang selamat dari penyakit (cinta) harta dan cinta anak (secara berlebihan, hingga keluar dari batas-batas syariat -ed).

TAFSIR AT-TABARI

Imam Abu Ja’far At-Tabari Rahimahullah menafsirkan Qalbun Salim dalam Surat Asy Syu’ara 89 sebagai berikut:

سلامة القلب من الشكّ في توحيد الله, والبعث بعد الممات.

Selamatnya hati dari keraguan terhadap keesaan Allah, dan keraguan tentang dibangkitkannya manusia setelah kematian.

FI ZILALIL QURAN

Mentadabburi Surat Asy Syu’ara 88, Ustadz Sayyid Qutub Rahimahullah berkata:

“Tidak bermanfaat apa pun dari nilai-nilai yang palsu dan batil, di mana banyak orang berambisi untuk mengumpulkan hati itu sebanyak-banyaknya di dunia, sedang di akhirat, ia tidak memiliki takaran dan nilai sedikit pun.”

TAFSIR AL-AZHAR BUYA HAMKA

Buya Hamka Rahimahullah, di dalam kitabnya Tafsir al-Azhar, beliau menafsirkan Qalbun Salim dengan “Hati yang Sejahtera,” lalu menerjemahkannya dengan “Hati yang suci bersih.”

Menerjemahkan Surat Asy Syu’ara 88-89 beliau menulis:

“Pada hari yang tidak berguna lagi hartabenda dan tidak pula anak keturunan, kecuali orang yang datang kepada Allah membawa hati yang suci bersih.”

Wallahu’alam

Karangasem, 23 September 2020

Yang memohon doa soleh dari antum semua agar ibu, bapak, adik, istri, dan anak bisa berkumpul di surga kelak, Irfan Nugroho