Khotbah Jum’at akhir ramadhan bertajuk: 3 kondisi manusia setelah Ramadan. Disampaikan karena banyak sebagian masyarakat yang tidak puasa dan tidak salat di bulan Ramadan. Semoga naskah khotbah jum’at ini bermanfaat:

KHOTBAH JUM’AT PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 

Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah…

Kita sudah di penghujung bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan yang seharusnya kita ringan melakukan ketaatan, bulan yang seharusnya kita ringan untuk menjauhi kemaksiatan, bulan taubat, bulan titik balik diri kita dari yang semula bergumul dengan banyak dosa, menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa.

 

Ada tiga kondisi manusia setelah bulan ramadan usai:

  1. Orang yang beruntung

Orang yang beruntung adalah orang yang bisa melanggengkan ketaatan selama bulan ramadan, di luar bulan Ramadan. Mereka salat wajib 5 waktu di bulan ramadan, mereka juga menjalankan salat wajib 5 waktu di luar bulan Ramadan, secara berjamaah lebih utama, sendiri di rumah pun tidak mengapa.

 

Orang yang beruntung adalah orang yang bisa menjalankan puasa 29 hari atau 30 hari di bulan Ramadan, lalu di luar bulan Ramadan dia bisa menjalankan puasa sunah seperti 6 hari di bulan syawal, atau puasa arafah, atau puasa asy-syura, atau senin-kamis, atau bahkan puasa daud.

 

Dinamakan beruntung karena kemampuan untuk melanggengkan ketaatan di luar bulan Ramadan adalah satu dari sekian tanda diterimanya amal.

 

Ibnu Katsir rahimahullah, ketika menafsirkan QS Al-Lail ayat 7, beliau mengutip perkataan para salaf:

 

مِنْ ثَوَابِ الْحَسَنَةِ الْحَسَنَةُ بَعْدَهَا ، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

 

“Di antara ganjaran atau balasan untuk suatu kebaikan, adalah kebaikan lain sesudahnya. Dan di antara ganjaran atau balasan atas suatu kejahatan atau keburukan, adalah keburukan lain sesudahnya.”

 

Orang yang beruntung inilah orang yang bertakwa.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

 

Wahai orang-orang yang beriman, wajib atas kalian untuk berpuasa seperti yg diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, tujuannya agar kalian jadi orang yang bertakwa, (QS Al-Baqarah: 183).

 

Ma’asyiral muslimin, rakhimakumullah

 

  1. Orang yang merugi

Orang yang rugi adalah orang yang taat hanya di bulan Ramadan. Dia melakukan salat wajib hanya di bulan Ramadan, tetapi ketika di luar Ramadan, dia tidak lagi melakukan salat. Tidak salat di masjid, juga tidak salat wajib 5 waktu di rumah ketika dia tidak bisa ke masjid.

 

Orang ini disebut merugi karena dia bisa menghentikan hobinya berbuat dosa selama bulan Ramadan, dia berpuasa dari maksiat di bulan Ramadan, tetapi kembali bermaksiat di luar bulan Ramadan.Inilah mereka yang kondisinya seperti yang disebutkan oleh Allah:

 

– وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا

 

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, (QS An-Nahl: 92).

 

Inilah kondisi manusia yang disebut oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu:

 

ﺑِﺌْﺲَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡُ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ

 

“Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengenal Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan saja.”

 

Orang di kategori ini hanya perlu bertaubat dengan taubat nasuha, terus menjaga kewajiban dan ketaatan di luar bulan Ramadan, maka mereka akan menjadi orang yang beruntung. Kondisi manusia di tingkat ini adalah lebih baik daripada mereka yang berada di kategori di bawahnya, kategori ketiga, yaitu…

 

  1. Orang yang celaka.

Mereka adalah orang yang senantiasa bermaksiat di luar bulan Ramadan, juga tetap bermaksiat di bulan Ramadan. Dia tidak melakukan rukun Islam seperti Salat di luar bulan Ramadan, lalu di dalam bulan Ramadan dia juga tidak menjalankan rukun Islam seperti Puasa dan Salat. Dia sering bermaksiat di luar bulan Ramadan, dan tidak berkurang tingkat kemaksiatannya di dalam bulan Ramadan.

 

Inilah orang yang didoakan agar celaka oleh malaikat Jibril, dan diamini oleh Rasulullah ﷺ. Nabi ketika naik mimbar, beliau mengucapkan Amin sebanyak tiga kali. Para sahabat bertanya, mengapa begitu? Rasul ﷺ menjawab:

 

إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَقَالَ : مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ : آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ

 

Jibril datang kepadaku dan berkata: Seseorang bisa bertemu dengan bulan Ramadan, tetapi dia tidak mendapat ampunan Allah (karena tidak puasa, karena tidak salat), maka dia akan masuk neraka dan Allah akan melemparkannya jauh-jauh. Malaikat Jibril menyuruhku mengatakan: Amiin! Maka aku pun berkata Amiin. (Sahih Ibnu Hibban No. 907: 3/188)

 

Yang diperlukan oleh orang di kategori ini adalah bertaubat, mengganti berapa hari dia tidak puasa di bulan Ramadan dengan berpuasa di luar bulan Ramadan, melakukan ibadah wajib salat lima waktu setiap hari, secara berjamaah lebih baik, tetapi jika tidak bisa berjamaah hendaknya dia melakukannya sendirian di rumah.

 

Sungguh, Allah cinta dengan orang-orang yang bertaubat. Allah senang dengan orang yang bertaubat.

 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

tiga kondisi manusia setelah ramadan

KHOTBAH JUM’AT KEDUA

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ. وَذَرُو الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنْ. وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا اغْفِرْ لنا وَلِوَالِديناَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.