Gambar dari: 3dWallpaper2013

Oleh Muhammad bin Abdullah bin Mu’aidzir

Segala puji bagi Allah yang meninggikan
harga diri seseorang dan mengangkat derajatnya di sisiNya dan di hadapan
manusia sesuai dengan tingkat kebersihan jiwa dan hatinya, serta kesenangannya
kepada kebaikan dan kebenciannya terahdap segalah keburukan dan perbuatan
jelek. Oleh karena itulah Allah Ta’ala memuji kekasihNya Ibrahim alaihis salam
dengan firmanNya:
قال الله تعالى : â  وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ  83 إِذْ
جَاء رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ 84
á
  [ الصافات: 83-84]
Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar
termasuk golongannya
(Nuh.
(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.
[QS. Al-Shoffat: 83-84].
Dan aku bersaksi bahawa tiada tuhan yang
berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah, yang telah mencatat seruan
NabiNya di dalam Al-Qur’an:
قال الله تعالى : â  رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ٨٣ وَٱجۡعَل لِّي
لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٨٤ وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
٨٥ وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦ وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ
يُبۡعَثُونَ ٨٧ يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ
بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩
á
  [ الشعراء : 83-89]
Ibrahim berdoa : (83) Ya Tuhanku, berikanlah
kepadaku hikmah dan
masukkanlah
aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. (84) dan jadikanlah aku buah
tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,. (85) dan jadikanlah
aku pewaris [penghuni] surga yang penuh kenikmatan  (86) dan ampunilah bapakku, karena
sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, (87) dan
janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (88) (yaitu) di
hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, (89) kecuali orang-orang yang
menghadap Allah dengan hati yang bersih.
QS.
Al-Syu’ara’: 83-89.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba dan utusanNya yang telah bersabda: Dan ketahuilah bahwa di dalam jasad
ini terdapat segumpal daging yang apabila daging itu baik maka seluruh bagian
pada jasad itu menjadi baik dan apabila dia buruk maka seluruh bagian jasad
menjadi buruk, ketahuilah itulah hati”.
Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam
kepada peminpin kami Muhamamd, dan kepada para keluargannya, serta para
shahabatnya, pribadi-pribadi yang hatinya suci yang dengannya badan mereka
menjadi terbebas dari keburukan. Tangan, lidah, mata, telinga dan kaki mereka
selamat dari  keburukan dan begitu juga
jiwa-jiwa, kehormatan dan harta orang lainpun terbebas dari keburukan. Setiap
indifidu masyarakat terbebas dari tindakan criminal dan tindakan buruk dan
perlakuan dosa, sehingga mereka menjelma menjadai masyarakat terbaik yang
memencarkan kemanan dan ketenangan bagi setiap orang yang hidup di dalam
masyarakat tersebut.
Amma Ba’du:Sungguh, Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam tidak pernah mendengar dan memperhatikan peraktaan dan
pembicaraan orang yang senang menyebarkan namimah, karena beliau takut
terpengaruh dengan perkataan tersebut yang menimbulkan kemarahan pada diri
beliau terhadap shahabatnya sendiri, maka beliau berpaling dari perkataan orang
yang berkata buruk tersebut dan memutuskan hubungan silaturahmi dengan mereka.
Sebab menyebarkan namimah akan mengeruhkan kebeningan hubungan jama’ah dan
mencerai-beraikan rasa ikatan cinta dan kasih sayang  serta ukuhuwah islamiyah yang telah
diperintahkan oleh Allah untuk menjaganya:
قال الله تعالى : â  وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْá   [ آل عمران: 103 ]

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan
janganlah
kamu bercerai berai. QS. Ali Imron: 103.
Seorang shahabat pernah mencela shahabatnya
yang lain namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mendengarnya dan tidak
memperhatikan gossip yang disebarkannya bahkan beliau memberikannya nasehat dan
mengarahkan  kepada etika yang agung,
seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Turmudzi dari Ibnu Mas’ud: Janganlah salah seorang memberitahukan kepadaku tentang
keburukan shahabatku, sebab aku sangat suka jika aku keluar menemui kalian
dengan hati yang bersih”.
Maksudnya adalah aku
tidak memiliki rasa dengki, hasad, iri, marah, murka dan benci kepada salah
seorang shahabat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berupaya agar hati
beliau diliputi oleh rasa cinta, kasih sayang dan solidaritas. Itulah bentuk
kasih sayang yang telah dianugrahkan oleh Allah Yang Maha Pengasih kepada Nabi
Muhammad. Allah Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى : â  فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا
غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ
لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ
إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ 159
á
  [ آل عمران:
159

]
Maka disebabkan
rahmat dari Allah-lah kamu berlaku
lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
bersikap keras
lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri
dari
sekelilingmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun
bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka
dalam urusan
itu Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad,
maka
bertawakallah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal
kepada-Nya.
QS. Ali Imron: 159.
Marilah kita bersama
mengamalkan kebenaran yang nyata ini, mengamalkan petunjuk serta arahan yang
agung ini, yang mendorong kita untuk membersihkan jama’ah dari orang-orang yang
suka menyebarkan isu, namimah dan orang-orang yang menggunjing orang lain serta
orang-orang yang dengki.
Di antara manusia ada
orang yang kita dapatkan berperangai buruk dan lemah iman yang bergabung
bersama orang-orang yang nakal, meraka memiliki sikap buruk yang sama kemudian
mereka bekerja menghancurkan hubungan silaturrahmi dan menghancurkan ikatan
jama’ah dan memecah belah indifidu masyarakat dan kelompok. Mereka berupaya
memecah antara seorang saudara dengan saudaranya yang lain, antara anak dengan
bapaknya, dan antara seorang suami dengan istrinya, mereka bekerja dengan
telaten dan kemampuan yang menyamai kemampuan iblis. Mereka lebih berbahaya
dari iblis terhadap manusia. Di antara manusia ada orang yang menyimpan
keburukan dan menyakiti orang lain, mereka iri terhadap orang yang disangka
sebagai pesaing dalam upaya mendapat harta, baik dalam bidang perdagangan atau
produksi atau pertanian dan berbagai bidang mata pencaharian lainnya. Terkadang
seseorang bertemu dengan wajah yang berseri-seri namun pada hakekatnya mereka
sedang menyembunyikan sesuatu yang berbeda dengan penampilan lahir. Lalu
apabila orang ini berada jauh dari saudaranya 
maka dia bekerja menyebarkan 
keburukan dan berupaya menimpakan keburukan kepada temannya. Allah
Ta’ala telah mengancam orang-orang seperti ini dengan sabdanya:
قال الله تعالى : â  وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
وَيُشْهِدُ اللّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ 204
 وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى
فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللّهُ لاَ
يُحِبُّ الفَسَادَ 205
وَإِذَا قِيلَ
لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ
وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ 206
á
  [ البقرة : 204-206 ]
(204) Dan di antara
manusia ada orang yang ucapannya tentang
kehidupan dunia menarik hatimu, dan
dipersaksikannya kepada
Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia
adalah
penantang yang paling keras. (205) Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi
untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang
ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (206) Dan apabila dikatakan
kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang
menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahanam. Dan
sungguh neraka Jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.
[ QS. Al Baqarah: 204-206]
Orang yang berjiwa
buruk, orang yang hatinya sakit senantiasa berburuk sangka terhadap orang lain,
mencari-cari kesalahan mereka, memata-matai rahasia dan keperibadian orang lain
lalu menampakkan keburukan dan menyebarkan rahasia pribadi orang lain atau
terkadang menuduh orang lain berbuat buruk dan menyebarkannya padahal belum
tentu hal tersebut terjadi.
Di antara orang yang
buruk tersebut ada kelompok orang yang senang berteman dan menampakkan rasa
cinta dan ketulusan serta kesetiaan kepada temannya. Dia sengaja menemui
seorang temannya dengan wajah berbeda dengan teman yang lain. Teman buruk
seperti ini, tidak menjauhi perkataan buruk dan melontarkan berita bohong
sehingga hatinya penuh dengan rasa benci dan dengki, memutuskan hubungan dan
kecintaan seseorang. Jika dia melihat kebaikan dari orang lain maka dia segera
menyembunyikannya namun jika berhasil mengorek keburukan orang maka dia segera
menyebarkannya. Orang buruk seperti ini tidak menghormati yang besar dan tidak
menyayangi yang lebih kecil.
Selamat dari penyakit
hati seperti ini meuntut seseorang yang telah terjangkiti untuk selalu bertqwa
kepada Allah, takut terhadap siksa Allah dan membiasakan diri untuk
memperaktikkan adab-adab Islam, seperti mencintai bagi saudaranya seiman apa-apa
yang dicintainya untuk dirinya sendiri, dan membenci bagi temannya apa-apa yang
dibencinya bagi dirinya sendiri. Apabila sampai kepadanya kedengkian orang yang
dengki, gosipan orang yang menggosip dirinya atau gunjingan atau namimah maka
hendaklah dia membalas tindakan jahil tersebut dengan tindakan baradab yang
didasarkan pada ilmu, perbuatan bodoh dihadapi dengan penuh kesantunan dan
kelembutan, perlakuan buruk orang dengan kesabaran dan memaafkan dengan baik,
guna mengamalkan firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an:
قال الله تعالى : â  فَاصْفَحِ
الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
á
  [ الحجر: 85 ]
maka maafkanlah
(mereka
)dengan
cara yang baik
. QS. Al-Hijr: 85.
قال الله تعالى : â  فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ á  
 [ الشورى : 40 ]
maka Barang siapa memaafkan
dan berbuat baik maka pahalanya atas
(tanggungan)
Allah. QS. Al-Syura: 40
Aku memohon kepada
Allah semoga kita termasuk orang-orang yang senang kepada kebaikan, yang
menghiasi dirinya dengan akhlah yang mulia dan menjauhkan kita dari keburukan
orang yang berjiwa buruk dan pelaku keburukan serta keburukan orang-orang yang
suka berbuat kerusakan dan memberikan taufiqNya kepada kita untuk bisa mengamalkan
sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam: Janganlah saling mendengki, janganlah
saling bersaing yang tidak sehat dalam berjual beli, janganlah saling memarahi,
janganlah saling memanggil dengan panggilan yang buruk, janganlah sebagian
orang di antara kalian berjual-beli di atas jual beli saudaranya, jadilah
sebagai hamba Allah yang saling  bersaudara,
seorang muslim terhadap muslim lainnya saling bersaudara, maka tidak boleh
menzaliminya, menghinakannya, berbohong kepadanya dan merendahkannya. Taqwa itu
ada di sini, dan beliau menunjuk pada dadanya tiga kali. Cukup buruk seseorang
jika dia menghina saudaranya seiman. Setiap muslim atas muslim yang lain haram
atasnya darahnya, hartanya dan kehormatannya.
Semoga
Allah memberikan keberkahannya bagiku dan bagi kalian semua di dalam Al-Qur’an
yang mulia, dan Allah memberikan manfaat bagiku dan bagi kalian dengan dengan petunjuk
penghulu para nabi. Hanya inilah yang bisa aku katakan dan aku memohon ampunan
bagi diriku dan bagi kalian serta seluruh kaum muslimin kepada Allah yang Maha
Mulia dari segala dosa. Mohonlah ampun kepadaNya dan bertaubatlah kepada Allah,
sebab Dia adalah Zat Yang Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah
Kudua
Seungguhnya
segala puji bagi Allah, kami memohon pertolongan, ampunan dan petunjukNya serta
berlindung kepada Allah dari segala keburukan hawa nafsu kejahatan
prilaku-prilaku kami. Barangsiapa yang telah berikan petunjuk oleh Allah maka
tiada seorangpun yang mampu menyesatkannya dan barangsiapa yang telah
disesatkannya maka tiada seorangpun yang mampu memberikan petunjuk baginya. Aku
bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnnya selain
Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhamad
adalah hamba dan utusanNya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam serta
keberkahan yang banyak kepada Nabi Muhammad, kepada para pengikut dan para
shahabat beliau. Amma Ba’du:
Wahai
sekalian hamba Allah, bertqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sebaik-baik
manusia adalah orang yang hatinya dipenuhi oleh semangat saling mencintai dan
berupaya untuk memperkuat tali kecintaan antara sesama makhluk dan apabila
manusia ini kehilangan ruh ini atau kekuatan semangat saling mencintai ini
melemah maka mereka akan terancam ditimpa kesengsaraan dan bahaya, dan dia
pasti akan tergoncang dengan goncangan yang membuat kaki tidak bisa menetap dan
bangunan tidak mmapu tegak.
Dari
Dhamrah bin Tsa’alabah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Masyarakat
akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka tidak saling mendengki”.
Oleh
karena itulah Islam berupaya menjaga mereka dengan pagar berupa kekebalan diri
dan baju besi yang menghindarkan mereka dari kehancuran dan perpecahan yang
bekerja secara intensif membentuk mereka secara khusus dan membina mereka
dengan pembinaan yang benar yang mampu mempertahankan kemuliaan manusia dan
menjauhkan mereka dari sifat dan perangai yang hina lagi dina.
Lelaki
tauladan di dalam pandanagannya adalah lelaki yang jujur dalam bertutur kata,
sanantiasa mencari kebenaran, menjaukan hatinya dari kehendak-kehendak yang
buruk.
Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang orang yang paling baik,
maka beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang hatinya suci, lisannya berkata
jujur. Para shahabat bertanya. Kita mengetahui maksud orang yang lisannya
jujur, namun apakah yang dimaksud dengan orang yang hatinya suci?. Yaitu orang
yang bertaqwa dan berhati bersih tanpa dosa, benci, khianat dan dengki”.
Bukan
semata ibadah yang banyak baik shalat, puasa dan shadaqah adalah cermin
satu-satunya bagi kerdehaan Allah terhadap seorang hamba, namun hati yang suci
dan jiwa yang bersih adalah lebih baik di sisi Allah dari sisi pahala atau
tujuan.
Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya orang yang mulia dari
umatku tidak masuk surga karena banyak sholat, puasa dan bersedwqah akan tetapi
mereka memasukinya dengan rahmat Allah, jiwa yang dermawan dan dada yang
bersih”.
Kesuksesan
seseorang dan kemenangannya serta kecintaan Allah dan kesenangan manusia
kepadanya sangat tergantung pada kesetabilan dirinya secara moral dan
kemampuannnya mengarahkan prilaku dirinya sehingga setiap tindakannya terwujud
di dasrkan pada kesadaran diri dan mengarah kepada tujuan yang mulia.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sungguh beruntung orang
yang hatinya bersih karena keimanan, menjadikan hatinya suci, lisannya jujur,
jiwanya tenang dan moralnya lurus”.
Ucapkanlah
shalawat dan salam kepada Nabi pilihan sebagaimana Allah telah memerintahkan
kalian di dalam Al-Qur’an. 

Sumber: Islamhouse.com