Oleh Irfan Nugroho
إِنَّ الْحَمْدَ
لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ،
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ
يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Bersyukur kepada Allah dengan
mengucap Alhamdulillah, mengakui nikmat tersebut di dalam hati, serta
menggunakannya untuk kebaikan, bukan kejahatan. Selawat dan salam kepada Nabi
Muhammad , kepada keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya hingga
nanti di hari kiamat.
Mari senantiasa meningkatkan
ketakwaan kepada Allah, sebagaimana yang diperintahkan olehNya:
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan
jangan kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan muslim.”
Ma’asyiral muslimiin,
rakhimakumullah
Mari senantiasa memohon ampun
kepada Allah ta’ala dengan memperbanyak istighfar, dan mari kembali kepada
Allah, berutaubat kepada Allah, setelah sekian lama kita tersesat dari
jalanNya, hanyut dalam dosa dan maksiat.
Astaghfirullah wa atubu ilaih
3x
Ma’asyiral muslimiin,
rakhimakumullah
Air adalah sumber kehidupan.
Dengannya tumbuhan hidup, hewan dan manusia juga tak bisa lepas dari yg namanya
air.
Allah berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنَ
الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ
“Kami telah menjadikan dari
air, segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al-Anbiya’: 30).
Allah juga berfirman:
وَهُوَ الَّذِي
أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ
السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
“Dialah Allah yang mengirimkan
angin sebelum rahmat-Nya, dan Kami menurunkan dari langit, air yang
membersihkan”.  (QS. Al-Furqan: 48).
نَسْتَغْفِرُ اللهَ،
نَسْتَغْفِرُ اللهَ، نَسْتَغْفِرُ اللهَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ،
إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا
Ma’asyiral muslimiin,
rakhimakumullah
Ditahannya air dari langit dan
dari bumk, tidak turunnya air hujan dalam waktu yg lama, sungguh itu adalah
ujian bagi umat manusia, karena dosa-dosa yang kita perbuat, mulai dari
perjudian, minum-minuman keras, perzinaan di kalangan pelajar dan di antara
orang² yg sudah menikah, serta ketidakmauan kita mengerjakan perintah-perintah
Allah, baik itu Salat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, atau yg lainnya.
Dosa-dosa itu yg membuat kita
tidak diberikan air hujan dalam waktu yg lama. Dosa-dosa itu yg membuat
sungai-sungai kita kering, pun demikian dengan sumur² kita.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَصَابَكُم
مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang
menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah
memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Quran Asy-Syura: 30]
Ma’asyiral muslimiin,
rakhimakumullah
Sebab kedua yang membuat ditahannya
air dari langit, juga tidak turunkannya hujan yg menjadikan tumbuh²an di
sekitar kita kering kerontang adalah karena kita tidak membayar zakat harta
atau zakat maal.
Pernahkah dalam setahun ini
kita menghitung besarnya zakat maal kita? 2.5% dari total saldo tabungan kita
yang sudah di atas 42 juta rupiah?
Jika banyak dari kita yg belum
membayar zakat, wajar jika hujan ini lama tak turun, sungai-sungai pada kering
dan demikian dengan sumur² kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
لَمْ يَمْنَعْ قَوْمٌ
زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ , وَلَوْلا
الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
.
“Jika suatu kaum enggan
mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, maka mereka akan dicegah dari
mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak,
niscaya mereka tidak diberi hujan.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir
(13619)).
نَسْتَغْفِرُ اللهَ،
نَسْتَغْفِرُ اللهَ، نَسْتَغْفِرُ اللهَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ،
إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا
Ma’asyiral muslimiin,
rakhimakumullah
Sesungguhnya banyak hal yang
menjadi sebab turunnya hujan dari langit. Di antaranya adalah istighfar.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang Hud ‘alaihissalam yang
berkata kepada kaumnya.
وَيَا قَوْمِ
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم
مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا
مُجْرِمِينَ
Dan (dia berkata): “Hai
kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia
menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan
kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. [Quran
Hud: 52]
Nabi Nuh ‘alaihissalam juga
pernah berkata kepada kaumnya:
فَقُلْتُ
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ
عَلَيْكُم مِّدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل
لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا (12
)
“maka aku katakan kepada
mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha
Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan
membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan
mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Quran Nuh: 10-12].
Ma’asyiral muslimiin,
rakhimakumullah
Kemudian sebab yang dapat
menurunkan hujan yang lainnya adalah mantabnya keimanan, ketakwaan, dan keistiqomahan
dalam agama Allah di tengah masyarakat. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ
الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ
وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk
negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada
mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami)
itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [Quran Al-A’raf: 96]
بارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، وَأَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ
.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ
الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
.
أَمَّا بَعْدُ
عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى
Ma’asyiral muslimin,
rakhimakumullah…
Allah menahan hujan karena
dosa yang kita perbuat. Allah juga menahan turunnya hujan karena kita yang
enggan membayar zakat maal atau zakat harta sebesar 2.5% dari saldo tabungan
kita yang sudah di atas 42 juta rupiah.
Mari membayar zakat, lalu mari
memperbanyak istighfar dan taubat. Karena dengan begitu Allah akan menurunkan
air hujan yang membawa keberkahan bagi kampong ini, desa ini, negara ini.
إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Ya Allah! Berilah kami hujan.
Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah! Hujanilah kami.
اللّهُمَّ اسْقِ
عِبَادَكَ، وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Ya Allah! Berilah hujan kepada
hamba-hamba-Mu, hewan ternak, berilah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan
bumi-Mu yang tandus.
اللّهُمَّ اسْقِنَا
غَيْثاً مُغِيثاً مَرِيئاً مَرِيعاً، نَافِعاً غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ
آجِلٍ
Ya Allah! Berilah kami hujan
yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak
membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.