Pembaca mukminun.com yang budiman, khutbah Jumat kali ini tentang 3 skenario Allah dalam mengabulkan doa kita. Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum
 

Khutbah Pertama:

 
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِنَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ،
 
وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
 

Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah,

 
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 
ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ
 
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu,” [QS. Al-Mu’min: 60]
 
Menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Katsir berkata:
 
“Ayat ini adalah sebagian dari karunia dan kemurahan Allah . Allah menganjurkan hamba-hambaNya untuk meminta kepadaNya, dan Allah pula yang menjamin akan mengabulkan permintaan para hambaNya.”
 

Ma’asyiral Muslimiin, Rahimakumullah…

Kita semua sepakat bahwa Allah adalah yang Maha menepati janji. Allah tidak pernah mengingkari janji.
 
Lalu kenapa kita pernah merasa bahwa ada sebagian dari doa kita yang tidak dikabulkan? Maka pertanyaan ini sungguh telah dijawab oleh Rasulullah yang bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ
 
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang di dalamnya tidak terdapat permohonan untuk suatu dosa dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuali Allah akan memberinya tiga kemungkinan;
 
إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُه
Kemungkinan pertama dari seseorang yang berdoa adalah, “Doanya akan dikabulkan di dunia.”
 
Apa yang dimintanya akan dikabulkan dalam waktu singkat, atau pertengahan, atau agak lama. Dia ingin kaya, Allah berikan kekayaan. Dia ingin keturunan, Allah berikan dia anak. Dia ingin menjadi pejabat, Allah berikan dia jabatan.
 
Inilah skenario pertama dari seseorang yang berdoa,
إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُه
(Doanya dikabulkan)
 
Kemungkinan kedua dari seseorang yang berdoa adalah:
وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَة
“Doanya akan disimpan sebagai tabungan pahala yang akan dia panen ketika di akhirat.”
 
Dia meminta agar diberi kekayaan, tetapi sepanjang hidupnya tidak kunjung merasakan kekayaan, tetapi di akhirat, doanya yang terus menerus itu akan menjadi tabungan pahala yang berlimpah, yang nominalnya jauh lebih besar daripada kekayaan ketika di dunia.
 
Dia meminta agar diberi keturunan, tetapi tidak kunjung diberi keturunan. Tetapi di akhirat, doanya yang ikhlas, tulus, dan terus-menerus itu akan diganjar dengan pahala yang jauh lebih besar, jauh lebih baik daripada apa yang ada di dunia.
 
Inilah kemungkinan kedua dari seseorang yang berdoa,
 وإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَة
 “Doanya akan disimpan sebagai tabungan pahala yang akan dia panen ketika di akhirat.”
 
 
Dan kemungkinan ketiga, atau yang terakhir, dari seseorang yang berdoa adalah:
وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا
“Orang yang berdoa akan dijauhkan dari keburukan yang semisal,” [HR Ahmad: 10749. Al-Albani: Sahih, dalam Misykat Al-Masaabih].
 
Dia memang meminta agar diberi kekayaan, tetapi tidak juga menjadi kaya, tetapi dia senantiasa sehat, bisa hidup tentram, damai dan bahagia, berbeda dengan sebagian orang yang diuji dengan kekayaan, tetapi hartanya habis untuk berobat, perawatan, atau dihabiskan oleh istri dan anak-anak mereka yang jauh dari agama.
 
Allah punya skenario terbaik untuk diri kita. Bisa jadi, kita yang saat ini hidup pas-pasan tetapi bisa pol-polan dalam ibadah, justru akan menjadi hamba yang lalai dari beribadah kepada Allah apabila diberi kekayaan.
 
Maha benar Allah yang berfirman:
 
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
 
“Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian; dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216).
 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua:

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَنَا مُحَمَّدٌ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ:
Ma’asyiral-Muslimin rahimakumullah,
Tidak ada yang namanya rugi selama kita berdoa dengan ikhlas, terus-menerus, tidak melakukan syirik, tidak tergesa-gesa, dan tidak memakan yang haram, tetapi keinginan atau doa kita tersebut tidak kunjung dikabulkan oleh Allah.
 
Rasulullah bersabda:
الدعاء هو العبادة
“Doa itu ibadah,” [HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi].
 
Justru Allah murka kepada orang yang enggan berdoa, berhenti berdoa, tidak mau berdoa meminta kepadaNya.
 
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
 
“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina,” (QS Al-Mu’min: 60)
 

DOA

 
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبِّنَا اجْعَلْنَا مُقِيمَ الصَّلَاةَنَا وَمِنْ ذُرِّيَّتَنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
اللهم أهلك أعدآئنا وأعدآء المسلمين فى بلدنا إندونسيا من الكفار والمشركين والمنافقين خصوصا لأهوك وأصحابه وشركآئه،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

 

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.