Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Saya masuk masjid
untuk salat berjamaah dan saat itu imam sedang membaca Al-Quran setelah selesai
membaca Al-Fatihah di rekaat pertama. Haruskah saya menyimak bacaan Surat/Ayat
sang Imam atau apakah saya harus membaca Al-Fatihah dulu?
Jawaban oleh Tim Fatwa IslamWeb, diketuai oleh
Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji hanya bagi Allah,
Rabb semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang hak untuk diibadahi
kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
Jika Anda bergabung dengan
imam (di salat jamaah) di rekaat berapa pun itu, ketika beliau sedang berdiri
dan belum rukuk, maka Anda harus membaca Al-Fatihah. Karena menurut pendapat
yang kuat dari kalangan ulama, makmum harus membaca Al-Fatihah seperti sabda
Rasulullah kepada para
sahabatnya:
لَعَلَّكُمْ تَقْرَءُونَ خَلْفَ الْإِمَامِ
وَالْإِمَامُ يَقْرَأُ
“Apakah kalian membaca (Quran) di belakang imam
sedangkan imam juga membaca (Quran)?”
Lalu para sahabat menjawab, “Ya, sungguh kami
melakukan hal itu.”
Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
فَلَا تَفْعَلُوا إِلَّا أَنْ يَقْرَأَ أَحَدُكُمْ
بِأُمِّ الْكِتَابِ أَوْ قَالَ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ
“Janganlah kalian lakukan lagi, kecuali kalian
membaca Ummul Kitab -atau bersabda- membaca Al Fatihah
,” [HR Ahmad
dan Abu Dawud
].
Meski demikian, jika seseorang
tidak membaca Al-Fatihah karena mengikuti pendapat mayoritas ulama, maka
salatnya sah dan dia tidak wajib mengganti rekaat yang di dalamnya dia tidak
mendengar bacaan Al-Fatihah dari Sang Imam.
Pun demikian, makmum yang
tidak bisa membaca Al-Fatihah, atau jika dia nekad membaca Al-Fatihah justru
menyebabkan dia kehilangan rukuk bersama Imam, maka dia harus rukuk dengan imam
dan menghitungnya sebagai satu rekaat, dan dia tidak perlu melakukan apa-apa (rekaatnya
benar dan sah, juga tidak perlu menggantinya setelah Imam salam).
Wallahu’alam bish shawwab.
Fatwa: 95626
Tanggal: 2 Desember 2010
Sumber: IslamWeb.Net

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok
Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo)