Pertanyaan:
Malam Nisfu Sya’ban 2017
jatuh pada malam Jumat 11 Mei 2017. Konon di malam Nisfu Sya’ban, umur dan ajal
seseorang ditetapkan. Itulah mengapa banyak orang mengkhususkan ibadah tertentu
di dalamnya. Benarkah demikian?
Jawaban oleh Syekh Muhammad
bin Shalih Al-Munajjid
Alhamdulillah.
Tidak ada hadis marfu’ yang sahih
yang berbicara tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban)
yang boleh diamalkan, meskipun di dalam pembahasan Al-Fadail (keutamaan).
Beberapa hadis maqtu’ (hadis
yang sanadnya tidak mencapai tingkatan di atas para tabi’in) diriwayatkan dari
beberapa tabiiun, dan ada beberapa hadis lain yang statusnya Maudhu (palsu)
atau Daif Jiddan (sangat lemah).
Riwayat-riwayat tersebut
lantas menjadi sangat terkenal di beberapa negara yang terdapat banyak
ketidaktahuan di sana. Riwayat-riwayat tersebut menyebutkan bahwa umur
seseorang ditulis di hari tersebut, atau bahwa di hari itu ditentukan siapa
yang akan meninggal di tahun berikutnya.
Dengan dasar ini, tidak disyariatkan
untuk menghabiskan malam tersebut dengan salat, atau puasa di siang harinya,
atau mengkhususkan ibadah tertentu di dalamnya. Seseorang tidak boleh tertipu
dengan banyaknya orang jahil yang mengerjakan hal-hal tersebut. Wallahua’alam
bish shawwab.
Syekh Ibnu Jibrin
Kalau seseorang ingin
mengerjakan salat malam di malam tersebut, seperti yang dia lakukan di malam-malam
lainnya, tanpa menambahinya atau mengkhususkan malam tersebut untuk ibadah
tertentu, maka hal itu tidak mengapa.
Hal yang sama juga berlaku
kalau dia berpuasa di siang hari tanggal 15 Sya’ban karena hari itu bertepatan
dengan salah satu ayyamul bidh, karena puasa ayyamul bidh diperintahkan
di tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan, atau jika tanggal 15 Sya’ban ternyata
bertepatan dengan hari Senin atau Kamis. Kalau 15 Sya’ban bertepatan dengan
hari Senin atau Kamis, maka tidak masalah untuk berpuasa di hari itu, selama
dia tidak menambahinya dengan niat untuk mencari tambahan pahala yang tidak memiliki
dalil dari riwayat-riwayat yang sahih. Wallahua’alam..
Syekh Muhammad bin
Shalih Al-Munajjid
Fatwa: 8907
Tanggal: 10 Juni 2014
Sumber: IslamQA