Pertanyaan:
Bagaimana seorang Muslim
memotong kumis? Apakah boleh memendekkan jenggot? Apakah hal itu diperbolehkan?
Apa batasannya?
Jawaban oleh Tim Fatwa
IslamWeb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih Asy-Syinqitti
Segala puji bagi Allah Rabb
semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak untuk diibadahi kecuali
Allah, dan bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusanNya.
Ibnu Umar Radhiyallahuanhum
meriwayatkan bahwa Rasulullah
bersabda:
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى
Berbedalah dari
orang-orang musrik, yaitu dengan menumbuhkan jenggot dan memotong kumis
,” (HR
Bukhari, Muslim
).
Para ulama memberikan beberapa
penafsiran terhadap perintah memotong kumis di dalam hadis di atas. Beberapa
dari mereka berpendapat bahwa:
1. Rambut kumis yang menutupi
bibir harus dipotong; sedang ulama yang lainnya berpendapat bahwa
2. Seluruh rambut kumis harus
dicukur sehingga putihnya kulit di bawah kumis jadi terlihat; kelompok ketiga
berpendapat bahwa
3. Rambut kumis harus dicukur
secara sempurna.
Akan tetapi, Imam Malik
Rahimahullah menilai bahwa pendapat terakhir adalah makruh di dalam
syariat. Pendapat yang mendekati kebenaran adalah lebih baik memakai salah satu
dari dua pendapat pertama di atas.
Memendekkan jenggot adalah boleh
bagi seseorang yang melaksanakan ibadah haji atau umrah, yaitu dengan
memotong rambut jenggot yang panjangnya melebihi kepalan tangan.
Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu
Umar Radhiyallahuanhum sedang menunaikan ibadah haji atau umrah dan beliau
terbiasa menggenggam jenggotnya dengan tangannya lalu memotong rambut jenggot
yang panjangnya melebihi kepalan tangannya itu.
Sebaliknya, memendekkan
jenggot di luar haji atau umrah adalah bertentangan dengan perintah Nabi , yang sebenarnya hukumnya wajib.
Alhasil, orang yang
memendekkan jenggotnya, sesungguhnya dia tidak menumbuhkan jenggot secara penuh
dan bertentangan dengan perintah Rasulullah .
Allah berfirman:
فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ
يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ
أَلِيمٌ ٦٣
“…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut
akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih
,” (QS An-Nuur: 63)
Apabila jenggot tumbuh dengan sangat panjang dan melebar, sehingga mengganggu
penampilan seseorang, maka beberapa ulama berpendapat akan bolehnya
memendekkan jenggot jika memang demikian keadaannya sehingga penampilan orang
tersebut menjadi lebih moderat dan terlihat normal.
Wallahu’alam bish shawwab.
Fatwa: 1414
Tanggal: 6 Rajab
1434 (15 Mei 2013)
Sumber: IslamWeb.Net

Penerjemah: Irfan
Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)