Pembaca mukminun.com yang budiman, bolehkah menggendong anak saat salat? Lalu bagaimana jika si anak belum bisa menahan pipis, atau masih memakai pampers? Kalau ada poop atau pipis di pampers, apa masih tetap boleh digendong ketika salat?

Untuk menjawab itu, kami ketengahkan dulu satu fatwa dari situs Asy-Syabakah Al-Islamiyah, yang diketuai oleh Syekh Abdullah Al-Faqih Asy-Syinqitti.

BOLEHKAH MENGGENDONG ANAK SAAT SALAT?

Syekh Abdullah Al-Faqih pernah ditanya seorang ibu yang anaknya tidak bisa ditinggal sama sekali, lalu suaminya sibuk kerja. Lalu si ibu ini bertanya yang intinya, boleh tidak salat sambil menggendong anaknya, atau tersenyum pada si anak agar si anak tidak rewel saat ditinggal salat. Maka beliau menjawab:

فمن كان أثناء الصلاة واحتاج إلى مسك يد الولد الصغير أو حمله فلا شيء عليه في ذلك

“Siapa saja yang ketika salat, dan dia berhajat (sangat butuh) untuk menggendong anaknya yang masih kecil, maka hal itu tidak mengapa baginya.”

لما روى أحمد وأبو داود والنسائي عن أبي قتادة قال: رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يصلي يحمل أمامة أو أميمة بنت أبي العاص وهي بنت زينب يحملها إذا قام، ويضعها إذا ركع حتى فرغ

“Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, juga Imam Abu Dawud, Imam An-Nasai, dari Abu Qatadah yang bercerita bahwa dirinya melihat Rasulullah ﷺ yang sedang salat sambil menggendong Umamah, atau Amimah, binti Abi ‘Ash, putri Zainab ketika Nabi sedang berdiri, lalu menaruhnya ketika rukuk, sampai selesai salat.”

SALAT SAMBIL SENYUM KE ANAK YANG LAGI NANGIS

Tentang tersenyum ke anak yang ditinggal salat, Syekh Abdullah Al-Faqih berkata:

والتبسم إن كان لم يبلغ درجة الضحك فلا بأس به، مع أن أهل العلم قد كرهوا تعمده،

“Tentang tersenyum (ketika salat), jika tersenyumnya itu tidak sampai pada level tertawa, maka tidak mengapa, meski pada ulama tidak menyukainya jika tersenyum itu dilakukan secara sengaja.”

BACA:

فلا حرج فيما تفعلينه لبنتك أثناء الصلاة، والأفضل ترك التبسم لها.

“Maka tidak mengapa dengan apa yang ibu lakukan terhadap putri ibu ketika salat (tersenyum pada anak ketika salat). Tetapi yang afdal adalah jangan tersenyum kepadanya (ketika salat).

Asy-Syabakah Al-Islamiyah: 58179

SYARAT MENGGENDONG ANAK SALAT

Tentang syarat kebolehan dari menggendong bayi atau balita ketika salat, hal ini pernah dibahas oleh Syekh Abdulaziz bin Abdullah bin Baaz atau Syekh bin Baz.

Ketika ditanya tentang hal ini, syekh Bin Baz Rahimahullah dalam salah satu fatwanya berkata:

لا حرج في ذلك، النبي ﷺ صلى وهو حامل أمامة بنت زينب بنت بنته، وصلى فكان إذا سجد وضعها، وإذا قام حملها عليه الصلاة والسلام، إلا أن تعلم أن بها نجاسة؛ فلا تحملها، حتى يزال عنها ما فيها من نجاسة

“Tidak masalah dengan hal itu. Nabi ﷺ pernah melakukan salat sembari menggendong Umamah bintu Zainab, cucu Nabi. Beliau salat (sambil menggendongnya), lalu ketika sujud beliau menaruhnya. Jika beliau berdiri, beliau menggendongnya.”

“Kecuali Anda mengetahui bahwa pada si anak terdapat najis. Maka jangan menggendongnya, sampai najis tersebut dibersihkan darinya.”

Masail Mutafariqah fi Salah: 16848

KALAU GENDONG ANAK ADA NAJIS, APA SALATNYA BATAL?

Ketika ditanya tentang apakah salat sambil menggendong anak yang pada diri si anak tadi terdapat najis (di Pampers, misalnya), apakah salatnya batal atau tidak, Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid berkata:

بطلان الصلاة مقيد بما إذا حمل المصلي الصبي ، وهو يعلم أن به نجاسة ، أما إذا لم يعلم أو كان يعلم أن به نجاسة ، إلا أنه حمله ناسياً صحت صلاته

Batalnya salat seseorang yang menggendong balita ketika salat adalah ketika dia tahu bahwa pada si anak terdapat najis. Tetapi jika dia tidak tahu, atau sebetulnya tahu tetapi lupa, maka salatnya tetap sah.

Fatwa As-Sual wa Jawab: 136524

PENUTUP

Nah, demikian pembaca mukminun.com yang semoga dirahmati Allah. Ulama membolehkan menggendong anak kecil, bayi, atau balita ketika salat. Hanya saja, mereka menentukan ada syaratnya, yaitu jika si anak tidak membawa najis pada dirinya, baik bekas ompol para celananya, atau poop pada pampers.

Guna menghindari hal tersebut, maka alangkah baiknya jika sebelum berangkat ke masjid bersama si anak, kita minta dia untuk pipis dulu. Lalu mengganti pampers-nya yang sudah ada pipis dengan pampers baru yang belum ada pipisnya.

Kalau khawatir boros pampers, maka pampers yang dipakai untuk salat ini dilepas lagi setelah dari masjid, karena ternyata terlalu lama memakai pampers bisa membuat si anak iritasi kulit.

Demikian, semoga bermanfaat. Jangan lupa di-share. Baarakallahu fiikum

Irfan Nugroho bin H. Suratman bin Atmo Wikromo bin Noyo bin Noyogati bin Dandung
(Staf Pengajar Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)