Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Di situs ini, Anda menyatakan bahwa orang awam
hendaknya mengikuti ulama yang menurutnya paling berilmu dan paling terpercaya.
Kita semua tahu bahwa Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafii dan Imam
Ahmad adalah jauh lebih berilmu daripada semua ulama kontemporer.
Apakah ini artinya kita lebih baik mengikuti salah satu dari imam yang
empat tersebut daripada ulama kontemporer (Syekh Utsaimin dan Syekh bin Baaz)?
Jawaban oleh Tim Fatwa Islamweb, diketuai oleh Syekh Abdullah Faqih
Asy-Syinqitti
Segala puji bagi Allah, Raab semesta alam. Saya bersaksi bahwa tiada
Illah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan
utusanNya.
Tidak diragukan lagi bahwa jika Imam yang empat itu sepakat pada suatu
perkara, maka akan lebih baik bagi orang awam untuk mengikuti mereka. Mengikuti
(Ittiba) mereka mendapat prioritas daripada mengikuti ulama kontemporer jika
pendapat dari ulama kontemporer itu berbeda dari pendapat keempat Imam tersebut
selama orang awam itu tidak mampu mengkaji sederet dalil dan keseimbangan di
antara keempatnya untuk mencari pendapat mana yang lebih kuat, yang lebih dekat
kepada kebenaran.
Meski demikian, jika Imam yang empat itu berbeda pendapat dan ulama
kontemporer beramal sesuai dengan pendapat beberapa dari keempatnya, dan tidak
mengamalkan pendapat yang lainnya, maka dalam hal ini, jika orang awam mengikuti
pendapat dari salah satu ulama kontemporer, maka di telah secara otomatis
mengikuti salah satu pendapat dari Imam yang empat.
Sungguh, para ulama kontemporer menyarankan agar orang awam mengikuti
salah satu dari keempat mahzab yang ada.
Syekh Salih bin Fauzah al-Fauzan Hafizahullah berkata:
“Orang awam dan pemula (dalam menuntut ilmu) tidak memiliki pilihan lain
kecuali mengikuti ulama yang terpercaya dalam hal ilmu dan ketakwaan. Jadi
mereka hendaknya mengikuti satu dari empat Mahzab yang merupakan Mahzab Fikih
Ahlus Sunah.”
Akhirnya, hendaknya Anda tahu bahwa tak ada manusia yang maksum (bebas
dari dosa dan kesalahan) kecuali Rasulullah . Jadi, para ulama sendiri bisa benar dalam beberapa pendapatnya
dan bisa juga salah dalam pendapatnya yang lain.
Wallahu’alam bish shawwab.
Fatwa No: 314404
Tanggal: 7 Jumadil Ula
1437 (16 Februari 2016)
Sumber:
http://www.islamweb.net/emainpage/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=314404
Penerjemah: Irfan
Nugroho

Staf pengajar di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran At-Taqwa Sukoharjo