Pertanyaan: Seperti yang disebutkan di dalam Quran Surat Al Ahzab 40, di mana Allah ta’ala berfirman:

وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ

 tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, (Surat Al Ahzab 40).

 Jelaskan perbedaan antara Nabi dan Rasul. Mengapa Allah berfirman “Seorang Rasul”, bukan Rasul terakhir?

 Jawaban oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid hafizahullah

Alhamdulillah.

Perbedaan yang masyhur antara Nabi dan Rasul adalah sebagai berikut:

  • Rasul adalah orang yang diturunkan wahyu kepadanya berupa syariat, lalu dia juga diperintahkan untuk menyampaikannya (tabligh).
  • Nabi adalah orang yang diturunkan wahyu kepadanya berupa syariat, tetapi dia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya.

Akan tetapi, penjelasan mengenai perbedaan Nabi dan Rasul yang seperti ini tidak selamat dari berbagai permasalahan. Mengapa? Karena Nabi juga juga diperintahkan untuk berdakwah, menyampaikan wahyu (tabligh), dan diperintahkan untuk menghakimi (manusia dengan syariat yang diwahyukan kepadanya – Ed).

Itulah mengapa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Yang benar (mengenai perbedaan antara Nabi dan Rasul -Ed) adalah bahwa:

– Rasul adalah orang yang diutus ke suatu kaum yang kafir lagi mendustakan, sedangkan

– Nabi adalah orang yang diutus ke suatu kaum yang beriman kepada syariat yang dibawa oleh Rasul sebelumnya, mengajari mereka tentangnya dan menghakimi mereka dengannya.

Hal ini persis seperti yang difirmankan oleh Allah ta’ala:

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, (Al Maidah 44).

Jadi, dari sini bisa diketahui bahwa para Rasul yang diutus kepada Bani Israil, mereka menghakimi dengan kitab Taurat, dan ini adalah kitab yang diturunkan kepada Musa.

Lalu tentang ayat: 

وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ

tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, (Surat Al Ahzab 40).

Tentang mengapa Allah tidak berfirman, “khatamul mursalin atau penutup para Rasul” ?

Ini karena khatamur risalah (penutup risalah) bukan berarti penutup kenabian, sedang penutup kenabian otomatis berarti penutup risalah. Itulah mengapa Rasulullah bersabda:

أَنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

“Tidak akan ada lagi nabi setelahku,”.

Di sini Nabi tidak bersabda, “Tidak akan ada lagi Rasul setelahku.”

Sehingga dari sini kita tahu bahwa setelah Nabi Muhammad , tidak akan ada lagi nabi dan Rasul setelah beliau. Beliau adalah Nabi dan Rasul terakhir.

Fatwa No: 11725

Tanggal: 8 Desember 2000

Sumber: Islam Sual wal Jawab

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

 =================================

السؤال

إشارة إلى سورة الأحزاب، الآية رقم 40، قال تعالى: “… ولكن رسول الله وخاتم النبيين.”

ما هو الفرق بين الرسول والنبي؟

لماذا قال رسول ، ولم يقل الرسول الأخير؟.

نص الجواب

الحمد لله.

 

الفرق المشهور بين النبي والرسول ، أن الرسول من أوحي إليه بشرع وأمر بتبليغه ، والنبي من أوحي إليه بشرع ولم يؤمر بتبليغه ، ولكن هذا الفرق لا يسلم من إشكال ، فإن النبي مأمور بالدعوة والتبليغ والحكم  ولهذا قال شيخ الإسلام بن تيمية : الصواب أن الرسول هو من أرسل إلى قوم كفار مكذبين ، والنبي من أرسل إلى قوم مؤمنين بشريعة رسول قبله يعلمهم ويحكم بينهم كما قال تعالى : (إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا ) فأنبياء بني اسرائيل يحكمون بالتوراة التي أنزل الله على موسى ، وأما قوله تعالى : ( وخاتم النبيين ) ولم يقل خاتم المرسلين ؟ فلأن ختم الرسالة لا يستلزم ختم النبوة ، واما ختم النبوة فيستلزم ختم الرسالة ولهذا قال عليه الصلاة والسلام : ” انه لا نبي بعدي ” ، ولم يقل لا رسول بعدي .

 

فعُلم أنه صلى الله عليه وسلم لا رسول بعده ولا نبي بل هو خاتم النبيين والمرسلين عليهم الصلاة والسلام .