Pertanyaan:

Apakah ada dalil dari hadis yang sahih yang mendukung pendapat bahwa
imam berdiri sejajar dada mayat laki-laki di dalam salat jenazah?
Jawaban oleh Fatwa Center Asy-Syabakah Al-Islamiyah, Diketuai oleh Syekh
Abdullah Faqih Asy-Syinqitti Hafizahullah
Segala puji hanya milik Allah, Rab semesta alam. Saya bersaksi bahwa
tiada Ilah (sesembahan) yang hak (benar) untuk diibadahi selain Allah dan bahwa
Muhammad
adalah hamba dan
utusan-Nya.
Kami tidak menemukan hadis yang secara eksplisit menyebutkan bahwa Imam
harus berdiri sejajar dada mayit laki-laki dalam salat jenazah. Yang ada adalah
imam berdiri sejajar kepala mayat laki-laki dan sejajar pinggang jenazah
perempuan.
Samurah bin Jundub radhiyallahuanhu meriwayatkan bahwa seorang wanita
meninggal dunia ketika melahirkan dan Rasulullah
melakukan salat jenazah untuk jenazah wanita tersebut dan
beliau berdiri sejajar pinggang mayat perempuan tadi, (HR Bukhari dan
Muslim)
.
Selain itu, diriwayatkan pula bahwa seorang jenazah pria dibawa kepada
Anas Radhiyallahuanhu dan beliau melakukan salat jenazah dengan berdiri sejajar
kepala jenazah pria tersebut. Kemudian, seorang jenazah wanita dibawa pula dan
beliau agak bergeser ke bawah (sejajar pinggang jenazah wanita), dan ketika
beliau selesai salat jenazah, Al-‘Alaa bin Ziyad bertanya:
Wahai Abu Hamzah, apakah Rasulullah berdiri seperti halnya kamu berdiri ketika salat jenazah untuk
jenazah pria dan jenazah wanita tadi
? Beliau (Anas Radhiyallahuanhu) menjawab, “Ya.” Perawi hadis ini
berkata, “Kemudian Al-‘Alaa bin Ziyad menoleh kepada kami dan berkata, “Ingat
ini,” (HR Ahmad: 12640).
Para ulama Mahzab Hanbali yang memegang pendapat bahwa imam salat
jenazah berdiri sejajar dada jenazah pria menyebutkan hadis ini ketika sampai
pada bagian yang berbunyi “sejajar kepala.” Mereka berkata bahwa dua bagian
tersebut (dada dan kepala) letaknya saling berdekatan, itulah mengapa orang
yang berdiri sejajar kepala dianggap berdiri sejajar dada.
Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata:
Tidak ada perbedaan pendapat di mahzab kami (Mahzab Ahmad bin
Hambal) bahwa yang sunad adalah imam salat jenazah berdiri sejajar pinggang mayat
wanita dan sejajar dada untuk jenazah pria, atau sedikit sejajar dengan bahu
.”
Kemudian beliau menyebutkan hadis Anas di atas.
Mahzab Imam Syafii mengutarakan dalil tersebut sebagai dalil agar imam
salat jenazah berdiri sejajar kepala (untuk jenazah pria) kemudian beliau
berkata:
Tentang perkataan mereka, ‘Imam berdiri sejajar kepala (jenazah)
pria,’ maka pernyataan ini tidak bertentangan dengan pernyataan mereka yang
mengatakan bahwa imam salat jenazah berdiri sejajar dada. Itu karena letak
kepala dan dada saling berdekatan. Makanya orang yang berdiri sejajar dengan salah
satu dari keduanya boleh dianggap berdiri sejajar kepala dan dada.”
Wallahu’alam.
Fatwa No: 207685
Tanggal: 13 Rajab 1434
(22 Mei 2013)
Penerjemah: Irfan
Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)