Suriah, MukminunCom– Kelompok oposisi utama Koalisi Nasional Suriah
mengatakan bahwa sebuah laporan yang dirilis pada Sabtu (9 Januari 2015) lalu mendokumentasikan
adanya kematian warga sipil sebanyak 1.700 orang oleh serangan udara Rusia
sejak mereka turut campur di konflik Suriah pada September 2015 lalu.
Dari angka tersebut, 135 di antaranya adalah anak-anak, dengan 29 rumah
sakit, sekolah, perumahan dan tempat ibadah “berhasil” dihancurkan oleh
rentetan serangan udara dari negara Beruang Putih tersebut.
Di dalam sebuah pernyataan, Koalisi Nasional Suriah menyeru Dewan
Keamanan PBB untuk bertanggung jawab atas ngeyelnya Rusia dalam melakukan
pelanggaran terhadap undang-undang internasional dan kemanusiaan.
Lebih jauh pernyataan itu mengatakan bahwa, “Klaim Rusia untuk melawan
terorisme adalah dalih bagi mereka untuk membenarkan agresi mereka atas Suriah,
yang sudah nampak jelas sedari hari pertama serangan udara mereka dilancarkan
atas warga sipil.”
“Sebanyak 94 persen dari 12.000 teroris Rusia yang berdatangan ke Suriah
menargetkan warga sipil dan Tentara Pembebasan Suriah.”
Kementerian Pertahanan Rusia mengelak pada Desember 2015 bahwa pihaknya
menargetkan warga sipil dalam serangan udaranya, beberapa hari setelah Amnesty
International mengeluarkan laporan kejahatan perang negara pecahan Uni Soviet
tersebut.
Lebih dari 250.000 orang terbunuh di konflik Suriah, sejak dimulai pada
bulan Maret 2011.(Aljazeera/Irfan)