.fullpost { display: inline; }

Irfan Nugroho
Hari ini melalui detik.com, seorang maniak Superman asal Filipina rela
menghabiskan jutaan dolar hanya untuk melakukan operasi plastik pada
wajahnya agar nampak seperti idolanya, Superman.

Dia pun rela melakukan operasi transplan pada pahanya agar nampak lebih berisi seperti actor pemeran Superman.

Selain itu, dia pun mau dan ikhlas memotong perutnya agar rata dan
memiliki ‘six packs’ persis seperti tokoh fantasi idolanya, Superman.

Ya, mengidolakan seseorang memang bisa melebihi batas kewajaran. Dari
sekedar menempel poster-posternya, hingga melakukan berbagai hal yang
sangat mahal seperti fragmen cerita di atas.

Kilas balik sekitar satu tahun yang lalu, ketika saya masih mengajar siswa kelas delapan di tempat saya bekerja saat ini.

Justin Beiber adalah salah satu manusia paling populer di kalangan siswa
perempuan tahun itu, sehingga ketika mereka baru mendengar bagian awal
dari lagu “Baby,” sontak pun mereka menjerit, “Aaaaaaahh…. Justin
Beiber…! Eh Justin Beiber, Justin Beiber…! Cepet ke sini dengerin!”

Yah, dasar. Anak-anak seusia SMP hingga SMA memang cenderung untuk mencari sosok baru untuk diidolakan, dengan alasan ‘ngeksis.’

Maka satu pertanyaan yang muncul di benak saya, “Dimanakah letak ketokohan Nabi Muhammad di dalam dirimu, nak?”

Masihkah Nabi Muhammad menjadi idola bagimu?

Padahal, seseorang menjadi idola lantaran ada hal-hal yang LAYAK untuk
ditiru; dan oleh sebab itu Rasulullah adalah sebaik-baik manusia yang
HARUS ditiru karena jaminan dari Allah, “Sesungguhnya telah ada pada
diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu” (lihat Surat
Al-Ahzab: 21).

Okelah, mungkin nama Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib tidak
terlalu akrab di telinga orang Filipina sang maniak Superman tersebut.

Namun, adalah merupakan sebuah kejanggalan yang sangat sangat janggal
ketika engkau yang merupakan seorang Muslim justru lebih mengenal Justin
Beiber daripada Rasulullah Muhammad.

Bahkan engkau pun tahu berapa ukuran sepatu Justin Beiber, namun engkau
tidak mengetahui siapa Sahabat terdekat Nabi Muhammad salallahu alaihi
wasalam.

Engkau pun hafal semua lagu-lagu Justin Beiber, namun bacaan Shalawat
Ibrahimi yang biasa dibaca pada duduk tasyahud terakhir masih banyak
yang salah atau bahkan tidak kau hafal, nak.

Padahal, shalawat itu sendiri merupakan satu dari sekian banyak wujud
cinta kita terhadap manusia paling buaaaaaik sedunia ini yang pernah
hidup di planet yang bernama bumi ini.

Lantas, manakah yang lebih engkau cintai, Justin Beiber kah? Atau Nabi Muhammad kah?

Ketika orang-orang beriman (karena perintah bershalawat hanya ditujukan
kepada orang-orang beriman – lihat Surat Al-Ahzab: 56) sibuk melantunkan
shalawat di pagi dan sore hari masing-masing 10 kali agar mereka
mendapat syafa’at Rasul di hari kiamat, bagaimana dengan engkau?

Apakah kau juga bershalawat sedemikian rupa, “Allahumman shalli ‘ala nabiyyina Muhammad”?

Ataukah “shalawatmu” telah kau rubah menjadi, “Allahumma shalli ‘ala Justin Beiber?”

Ataukah, “Allahumma shalli ‘ala Sm*sh”?

Ataukah, “Allahumma shalli ‘ala Avenged Sevenfold”?

Nak, sudah benarkah shalawatmu? (16 Dzulqa’dah 1432 H).