Swedia, Mukminun.Com – Beberapa aktivis sayap kanan membakar satu mushaf Al-Quran di kota Malmo, Swedia selatan.

Sontak hal ini memicu amarah umat Islam di sana hingga terjadilah kekacauan di daerah tersebut.

Tak kurang dari 300 orang berkumpul untuk melakukan aksi protes, ungkap posisi pada Sabtu waktu Swedia.

Pendemo menyalakan api dan melempar benda-benda ke arah polisi pada Jumat malam.

Tak ayal hal tersebut membuat beberapa polisi terluka berujung ditangkapnya 15 pendemo.

Kekacauan ini terjadi setelah terjadinya aksi pembakaran mushaf Al-Quran pada hari Jumat, ketika umat Islam tengah berkumpul melakukan salat Jumat.

Hal tersebut di lakukan tepat di daerah yang ditinggali oleh mayoritas imigran beragama islam.

Menurut kantor berita TT, aksi pembakaran mushaf Al-Quran ini dilakukan oleh beberapa aktivis sayap kanan, yang kemudian merekamnya dan menayangkannya di dunia maya.

Sebelumnya, tiga orang berhasil ditangkap atas dugaan memicu kebencian terhadap segolongan etnis tertentu.

Dalam tindakan tersebut, ketiga pelaku diduga telah melakukan tindakan yang sangat menyakitkan umat Islam, yaitu menendang mushaf Al-Quran.

Menghina Al-Quran di Dalam Islam

Di dalam Islam, membakar mushaf Al-Quran adalah tindakan yang tidak bisa diterima. Dalam satu fatwanya, Syaikh Abdullah Al-Faqih pernah ditanya tentang membakar ayat-ayat al-Quran untuk ruqyah, kemudian beliau menjawab hal itu tidak boleh.

Baca selengkapnya di sini: Hukum membakar ayat al-Quran untuk ruqyah

Jika untuk keperluan ruqyah saya tidak boleh, maka membakar al-Quran dengan tujuan untuk menghinanya, maka hal itu termasuk ke dalam pasal penghinaan terhadap agama.

Di dalam Islam, orang yang menghina ajaran Islam, maupun syiar-syiarnya, baik dengan serius atau bercanda, maka dia telah melakukan kekufuran. Dia murtad atau keluar dari Islam jika sebelumnya muslim.

Baca selengkapnya di sini: Orang menghina Islam Meski Bercanda

Di salah satu fatwanya, Syaikh Abdullah Al-Faqih berkata, “Menghina agama Islam, juga menistakannya, jelas-jelas merupakan satu dari sekian bentuk perang melawan islam.”

Baca selengkapnya di sini: Fatwa tentang Menghina Agama Islam di Internet

Syaikh Abdurrahman Al-Barak pernah memberikan fatwa tentang pentingnya bereaksi terhadap tindak menghina Rasulullah. Beliau berkata:

Wajib bagi kita untuk melaporkan penghina Rasulullah ﷺ kepada pihak yang berwenang yang bisa melaksanakan hukuman terhadap orang tersebut. Apabila tidak ada yang bisa menjalankan hukuman tersebut, dan tidak ada yang membela Rasulullah ﷺ, maka umat Islam harus melakukan apa saja yang mereka bisa, selama hal itu tidak menyebabkan kerusakan dan bahaya yang lebih besar bagi orang lain.

Baca selengkapnya di sini: https://mukminun.com/pentingnya-bereaksi-terhadap-penghina/