Pembaca situs mukminun.com yang budiman, Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang amal apa saja yang paling utama, lalu menjawab beriman kepada Allah, berjihad, lalu haji. Berikut adalah syarah atau penjelasannya. Teruskan membaca:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ ditanya:

أيُّ العَمَلِ أفْضَلُ؟

“Amal apa saja yang paling utama?”

Beliau menjawab:

إيمَانٌ باللَّهِ ورَسولِهِ. قيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قالَ: الجِهَادُ في سَبيلِ اللَّهِ قيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قالَ: حَجٌّ مَبْرُورٌ

“Beriman kepada Allah dan RasulNya,” lalu ditanya apa lagi, beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah,” lalu apa lagi, beliau menjawab, “Haji yang mabrur.”

Takhrij Hadis:

– Sahih Bukhari: 26

Syarah (Penjelasan) Hadis:

Dulu para Sahabat Radhiyallahuanhu, mereka sangat tamak terhadap ketaatan dan apa-apa yang bisa mendekatkan mereka pada ridha Allah azza wa jalla. Banyak dari mereka yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang amal-amal yang utama, yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

Jawaban Nabi ﷺ pun berbeda-beda, sesuai dengan kondisi si penanya dan keadaannya, juga mana yang lebih bermanfaat bagi si penanya.

Pada hadis ini, Abu Hurairah Radhiyallahuanhu menyebutkan darinya bahwa Nabi ﷺ ditanya:

أيُّ العملِ أفضلُ؟

“Amal apa saja yang paling utama?”

Nabi ﷺ bersabda:

إيمانٌ باللهِ ورسولِه

“Beriman kepada Allah dan RasulNya.”

Maksudnya:

Beriman kepada Allah dan beriman kepada Allah apa yang dibawa oleh Nabi ﷺ. Ini adalah dua amal yang mutlak paling utama dan paling agung di sisi Allah dalam hal ganjaran dan balasannya. Mengapa? Karena beriman kepada Allah dan RasulNya adalah syarat sahnya semua peribadatan di dalam syariat ini, mulai dari salat, zakat, puasa, dan yang lainnya.

Kemudian Nabi ﷺ ditanya lagi tentang amalan yang paling utama setelah iman. Maka beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Pengertian dari jihad di sini adalah berperang untuk meninggikan kalimat Allah, bukan untuk tujuan yang lainnya. Sungguh, jihad adalah amal yang paling utama setelah beriman kepada Allah, RasulNya, dan yang lainnya, ini karena jihad adalah amal yang mengorbankan diri sendiri di jalan Allah.

Kemudian Nabi ﷺ ditanya lagi tentang amal yang paling utama setelah jihad. Beliau menjawab, “Haji yang mabrur.” Definisi dari haji yang mabrur adalah haji yang murni untuk mengharapkan wajah Allah ta’ala, haji yang diterima di sisi Allah ta’ala, haji yang bersih dari riya (ingin dilihat), sum’ah (ingin didengar), dan bersih dari harta yang haram.

Secara zahir, hadis ini menunjukkan bahwa jihad adalah lebih utama daripada haji. Itu jika yang dimaksud di sini adalah haji nafilah atau haji sunah (bisa haji yang kedua, ketiga, atau umrah). Tetapi jika yang dimaksud adalah haji Islam (haji yang pertama di bulan Zulhijjah), maka jelas itu lebih utama daripada jihad. Tetapi itu jika jihad hukumnya masih fardhu kifayah.

Jika suatu kondisi menuntut terjadinya perubahan pada hukum jihad, dari fardhu kifayah menjadi fardhu ain, maka sudah barang pasti bahwa jihad harus didahulukan daripada haji Islam, bahkan wajib untuk dikerjakan dengan segera.

Wallahu’alam bish shawwab

Sumber: Durar Saniyah

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)