Rasulullah ﷺ bersabda:

مَن سَرَّهُ أنْ يُبْسَطَ له في رِزْقِهِ، أوْ يُنْسَأَ له في أثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa saja yang ingin agar rezekinya dilapangkan, lalu usianya dipanjangkan, maka hendaknya dia menyambung silaturahim.

Takhrij Hadits:
– Sahih Bukhari: 2067
– Sahih Muslim: 2557

Penjelasan Hadits:
Tertulis di dalam Ensiklopedia Hadits Durar Saniyah:

Menyambung tali silaturahim termasuk amal ketaatan yang paling utama, yang dengannya seorang hamba bertaqarrub kepada Rabbnya.

Allah memerintahkan menyambung silaturahmi. Allah juga memperingatkan agar tidak memutus silaturahmi. Allah menurunkan azab untuk orang yang memutus silaturahmi dan Allah mengganjar pahala untuk orang yang menyambung silaturahmi.

Di dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan tentang keutamaan menyambung silaturahmi di dunia. Beliau bersabda:

“مَن سرَّهُ أنْ يُبسطَ له في رِزْقِه ويُنْسأَ له في أجَلِه، فَليَصِلْ رَحِمَه”،

“Siapa yang ingin rezeki nya dilapangkan lalu umurnya dipanjangkan hendaknya dia menyambung silaturahmi.”

Maksudnya: Siapa saja yang suka kalau Allah melapangkan rezekinya lalu mengakhirkan ajalnya, hendaknya dia menyambung tali silaturahmi.

Yang dimaksud dengan diakhirkannya ajal dan bertambahnya umur adalah bertambahnya keberkahan di dalam umurnya, juga bertambahnya taufik untuk melakukan berbagai macam ketaatan juga kemampuan untuk menggunakan waktunya dalam hal-hal yang bermanfaat untuk urusan akhiratnya, serta terhindar dari menyia-nyiakan umurnya atau waktunya untuk urusan selain akhirat.

Tentang “dipanjangkan umurnya,” Imam Nawawi mengutip beberapa pendapat ulama, bahwa frasa itu bisa bermakna:

1. Jasadnya menjadi kuat
2. (Seperti yang tertulis di Durar Saniyah di atas)
3. Senantiasa diingat kebaikannya setelah meninggal
4. Dipanjangkan umurnya secara hakiki.

Syarah Nawawi Ala Sahih Muslim: 16/114

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid berpendapat bahwa tafsir yg rajih (lebih mendekati benar) adalah pendapat terakhir, yaitu makna hakiki, bahwa, “Siapa saja yg suka kalau rezekinya dilapangkan, dibanyakkan, diluaskan, dan diberkahi, atau suka kalau umurnya dipanjangkan, ya hendaknya dia menyambung tali silaturahmi, [IslamQA: 145514].

Wallahu’alam

Sukoharjo, 10 Oktober 2020
Al-Faqir Abu Muhammad Nasir Al-Irfani