Pertanyaan:

Apakah boleh
seorang wanita muslimah melakukan shalat dengan memakai cadar dan sarung
tangan?
Jawaban
oleh Sheikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Apabila
seorang wanita shalat di rumahnya, atau di tempat yang tidak terlihat oleh
lak-laki lain kecuali mahramnya, maka disyariatkan baginya untuk membuka wajah
dan dua telapak tangannya agar dahi dan hidungnya mengenai tempat sujud,
demikian pula kedua telapak tangannya.
Adapun memakai
sarung tangan dan cadar adalah perkara yang memang ada syariatnya. Hal ini
dikarenakan bahwa para sahabiyah telah melakukannya pada masa Rasulullah,
dengan berdasarkan pada dalil bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda,
Janganlah
seorang wanita yang ihram memakai cadar dan sarung tangan
,” (HR Bukhari,
Kitabu Al-Zaja’i As-Shaib, bab Maa Yankauma At-Thayib lil Muhrim wal Muharramat
).
Hal ini
menunjukkan bahwa para sahabiyah terbiasa memakai cadar dan sarung tangan. Atas
dasar inilah maka tidak mengapa bagi wanita untuk memakai sarung tangan apabila
ia shalat di suatu tempat yang terdapat laki-laki yang bukan mahramnya.
Ada pun yang
berhubungan dengan menutup wajah di dalam shalat, boleh ketika berdiri atau
duduk dan apabila ia ingin sujud, maka ia harus membuka cadarnya supaya dahinya
menyentuh tempat sujud.
(Al-Utsaimin,
Muhammad bin Shalih. 2002. Majmu’ Fatawa – Solusi Problematika Umat Islam
Seputar Aqidah dan Ibadah. Solo: Pustaka Arafah, hal. 340).