Pertanyaan: Apakah boleh tayamum dari dinding yang dicat? Apakah debunya harus banyak?

Jawaban:

Segala puji bagi Allah. Selawat dan salam kepada Rasulullah, juga kepada keluarganya, sahabatnya, dan siapa saja yang mengikutinya.

Pendapat yang rajih dari berbagai pendapat para ahli ilmu (ulama) bahwa boleh tayamum dari dinding jika pada dinding itu terdapat debu.

Hal ini didasarkan pada hadis yang terdapat dalam Sahihain, dari Abi Jahim bin Harits yang berkata:

أَقْبَلَ النَّبِيُّ ﷺ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ جَمَلٍ فَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ ﷺ حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الجِدَارِ، فَمَسَحَ بِوَجْهِهِ، ويَدَيْهِ، ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ

“Nabi ﷺ datang dari arah Bir Jamal. Lalu seorang laki-laki bertemu beliau kemudian mengucapkan salam kepada beliau. Akan tetapi, Nabi ﷺ tidak segera membalas salam tersebut. Beliau langsung menuju dinding (untuk bertayamum), lalu mengusap wajah beliau dan kedua tangannya. Setelah itu Rasulullah ﷺ baru menjawab salam lelaki tersebut,” (Hadis Riwayat Imam Bukhari, dalam Sahih Bukhari: 337).

Tentang hadis ini, terdapat keterangan dalam kitab Nailul Authar (1/266):

وفي الحديث دلالة على جواز التيمم من الجدار إذا كان عليه غبار. قال النووي: وهو جائز عندنا، وعند الجمهور من السلف والخلف. واحتج به من جوز التيمم بغير تراب.

“Di dalam hadis ini terdapat dalil akan bolehnya tayamum dari tembok atau dinding, jika pada dinding tersebut terdapat debu. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, ‘Hal itu boleh menurut mazhab kami, juga menurut jumhur (mayoritas) ulama dari kalangan salaf dan khalaf. Juga, dari hadis ini terdapat hujjah akan bolehnya tayamum tanpa debu.”

Ringkasnya, boleh bertayammum dari tembok atau dinding yang dicat, dengan syarat bahwa pada dinding tersebut terdapat debu.

Wallahu’alam bish shawwab

Syekh Khalid Abdul Mun’im adalah mufti di yayasan Alukan dan Thariqul Islam.

Fatwa No: 78272

Tanggal: 1 Juni 2020

Sumber: Thariqul Islam

Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)

BACA:
Fiqih Tayamum oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi