Oleh Ust Oemar Mita, Lc
Faidah syukur itu menjadikan
kita tidak memiliki rasa kibir dan takabur atas segala kemampuan dan kekuatan
yang kita miliki.
Kenapa kita sering
mengingatkan untuk terus bersyukur setiap waktu dan setiap saat? Karena
karakter antum dan ana sama, yaitu mudah melupakan nikmat yang kita punya.
Imam Hasan Al-Basri berkata, “Sesungguhnya
sifat dasar manusia itu suka menghitung-hitung musibah yang menimpa dirinya dan
mudah lupa terhadap nikmat yang ia terima
.”
Syukur adalah kendaraan hati kita
mencapai keridhaan Allah.
Ada tiga perkara yang sering
dilalaikan oleh ketika syukur:
1. Syukur itu yang paling
pokok dan paling penting adalah bertambahnya ketaatan. Seorang salaf berkata, “Setiap
kenikmatan yang tidak menambah ketaatan kepada Allah, maka nikmat itu adalah
musibah
.”
2. Sahabat Ibnu Abbas di dalam
Al-Kabair berkata, “Sesungguhnya syukur seorang manusia tidak akan diterima
oleh Allah sebelum orang tersebut bersyukur kepada kedua orang tuanya
.”
3. Berterima kasih kepada
orang yang berbuat baik kepada kita. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada
manusia yang berbuat baik kepada mereka, maka dia tidak akan pernah mampu
bersyukur kepada Allah
,” (HR Ahmad, dari Abu Hurairah).
Download MP3 Tausiah Ust Oemar
Mita, Lc di sini: