Pembaca situs Mukminun.com yang semoga dirahmati Allah, ketahuilah bahwa seorang suami wajib memberi nafkah kepada istrinya. Batas minimal memberi nafkah menurut Islam adalah memberi makan, memberi minum, memberi pakaian, dan memberi tempat tinggal. Tertulis di dalam kitab Fikih Asirah yang dikeluarkan oleh Yayasan Durar Saniyah sebagai berikut:

يجب أن يُنفِق الزوجُ على زَوجتِه في الطعامِ والشرابِ والكِسوَة والسُّكنَى؛

Wajib bagi seorang suami untuk menafkahi istri dalam urusan makan minum pakaian dan tempat tinggal.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

{لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا} [الطلاق : 7]

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan, (Surat At-Talaq: 7).

Juga berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

{أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ}

Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu, (Surat At-Talaq: 6).

Juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

(ولَهُنَّ عليكم رِزقُهُنَّ وكِسوَتُهنَّ بالمعرُوف)

Mereka punya hak atas diri kalian yaitu nafkah dan pakaian yang pantas, (Sahih Muslim: 1218, Sunan Abu Dawud: 1905, Sunan Ibnu Majah: 3074, Sunan Ad-Darimi: 1892, Musnad Ahmad: 20695, Sahih Ibnu Hibban: 1457).

Wallahu’alam bish shawwab

Dikutip dari kitab: Fiqhul Asirah Durar Saniyah https://dorar.net/feqhia/5222