Pertanyaan:
Apakah kita harus membayar zakat (mal/harta)
setiap tahun? Maksudnya, saya membeli emas untuk disimpan, beratnya sekitar 1
KG. Haruskah saya membayar zakat 2,5% hanya di tahun pertama saja, ataukah saya
harus membayar zakatnya setiap tahun?
Seorang imam di India bilang bahwa zakat hanya
satu kali seumur hidup, dan tidak untuk tahun-tahun selanjutnya. Kalau ada
orang yang bilang bahwa zakat itu wajib setiap tahun, dia harus memberikan
dalil dari Quran dan hadis. Imam tadi akan membayar SR100.000 kalau ada yang
bisa memberi dalil dari Quran atau hadis.
Apakah itu benar? Apa dalilnya? (Saya meminta
dalil bukan untuk mendapatkan uang itu. Saya ingin tahu karena tantangan itu
dia lempar tahun 1996 dan belum ada yang bisa memberi dalil [sampai tahun
2004]). Mohon penjelasannya dengan ayat-ayat Quran dan hadis.
Jawaban oleh Tim Fatwa IslamQA, di bawah
pengawasan Syekh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid
Alhamdulillah.
Umat Islam generasi dulu dan akhir sudah sepakat
bahwa zakat harus dibayar setiap tahun atas emas, perak, dan sejenisnya.
Ibnu Hazm berkata di dalam Maraatib Al-Ijmaa’:
“Mereka sepakat bahwa zakat harus dibayar berulang-ulang
atas semua jenis kekayaan di akhir setiap tahun, kecuali hasil tani dan
buah-buahan, yang mana mereka sepakat bahwa zakat (hasil tani/buah-buahan) tadi
hanya dibayar sekali (setiap panen),” (Halaman 38).
Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah tidak mengkritisi hal
ini di dalam kritiknya terhadap Maraatib Al-Ijmaa.
Dalil atas ijma ini adalah praktik dari para umat
di zaman Nabi
sampai hari ini.
Rasulullah
mengirim penarik zakat ke
suku-suku dan kota-kota, dan mereka tidak membedakan siapa saja yang sudah membayar
zakat tahun lalu dengan siapa saja yang belum. Mereka menarik zakat yang wajib atas
harta-harta yang wajib dizakati milik masyarakat.
Ibnu Sirin berkata, “Penarik zakat biasa
berkunjung dan kapan saja dia melihat hasil pertanian atau unta atau kambing,
dia akan menarik zakat yang wajib atas barang-barang tersebut
,” (Al-Mudawwanah:
1/361).
Apa yang dikatakan oleh orang tersebut, bahwa
zakat atas emas tidak harus dibayar setiap tahun, adalah tanda kebodohannya.
Dia harus dikasih tahu mana yang benar.
Umat Islam tidak boleh buru-buru mengeluarkan
fatwa berdasarkan pendapat pribadinya. Dia harus merujuk kepada perkataan para
ulama dan para imam sehingga dia dapat menemukan apa-apa yang telah disepakati
oleh para ulama dan mana saja yang menyimpang.
Wallahua’alam bish shawwab.
Fatwa No: 47088
Tanggal: 05 Januari 2004
Sumber: IslamQA
Penerjemah: Irfan Nugroho (Staf Pengajar di Pondok Pesantren
Tahfizhul Quran At-Taqwa Sukoharjo)