Pembaca yang semoga dirahmati Allah ﷻ, termasuk di dalam ajaran Islam adalah agar pemeluknya itu senantiasa bersemangat untuk tampil rapi, tidak lusuh atau acak-acakan. Dalilnya adalah hadist keindahan. Bagaimana penjelasan para ulama tentang hal ini? Teruskan membaca! Bismillah.

Hadis 1

Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa beliau dan para sahabat lainnya didatangi Rasulullah ﷺ. Kemudian beliau ﷺ melihat seorang laki-laki yang rambutnya acak-acakan. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:

أَمَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يُسَكِّنُ بِهِ شَعْرَهُ

“Apakah orang ini tidak memiliki sesuatu yang bisa dipakai untuk merapikan rambutnya?”

Tak lama berselang, Rasulullah ﷺ melihat laki-laki lain yang bajunya kotor. Maka beliau ﷺ pun bersabda:

أَمَا كَانَ هَذَا يَجِدُ مَاءً يَغْسِلُ بِهِ ثَوْبَهُ

“Apakah orang ini tidak memiliki air yang bisa dipakai untuk mencuci bajunya?” (Sunan Abu Dawud: 4062; Musnad Ahmad: 14321; Al-Albani: Sahih di dalam Sahihul Jami: 1333).

Hadis 2

Kemudian Imam Muslim meriwayatkan di dalam Sahihnya dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu dari Nabi ﷺ yang bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meski hanya sebesar atom.” Kemudian salah seorang sahabat bertanya:

إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang menyukai baju yang bagus dan sandal yang bagus pula.” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan Allah menyukai keindahan. Yang dimaksud dengan Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia, (Sahih Muslim: 91).

Hadis 3

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Abdillah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ

“Tidak masuk neraka orang yang di dalam hatinya terdapat unsur keimanan meski hanya sebesar atom.”

وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat elemen kesombongan meski hanya sebesar atom.”

Setelah itu, seorang sahabat berkata kepada Nabi ﷺ:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَيُعْجِبُنِي أَنْ يَكُونَ ثَوْبِي غَسِيلًا وَرَأْسِي دَهِينًا وَشِرَاكُ نَعْلِي جَدِيدًا وَذَكَرَ أَشْيَاءَ حَتَّى ذَكَرَ عِلَاقَةَ سَوْطِهِ أَفَمِنْ الْكِبْرِ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Ya Rasulallah. Sesungguhnya saya ini suka jika baju saya ini bersih (karena dicuci), juga jika rambut saya ini klimis karena diminyaki, juga jika srampat (tali sandal) saya ini baru.” Kemudian sahabat ini menyebutkan banyak hal hingga masalah gantungan pedangnya. Setelah itu dia melanjutkan, “Apakah ini termasuk kesombongan, Ya Rasulallah?”

Menanggapi hal itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا ذَاكَ الْجَمَالُ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَازْدَرَى النَّاسَ

“Tidak. Itu namanya keindahan. Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan Allah menyukai keindahan. Tetapi yang dimaksud sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia,” (Musnad Ahmad: 3789).

Pelajaran dari Hadis

Demikian tadi tiga hadis yang menjadi dalil anjuran agar umat Islam bersemangat tampil rapi. Ketika menjelaskan ketiga hadis di atas, Syaikh Dr. Khalid Al-Juhani menyuguhkan beberapa poin pelajaran:

1. Disyariatkannya untuk merapikan tampilan zahir, seperti rambut dan pakaian

2. Peringatan dari bahaya sifat sombong

3. Anjuran untuk beriman

4. Tampil dengan baju rapi bukan termasuk kesombongan

5. Di antara nama-nama Allah azza wa jalla adalah Al-Jamil

6. Iman itu bisa bertambah dan berkurang

7. Kesempurnaan syariat Islam karena perhatiannya terhadap penampilan seorang muslim, baik secara batin maupun lahir.

Demikian pelajaran kita kali ini tentang dalil tampil rapi di dalam Islam. Semoga bermanfaat.